Produktivitas Perusahaan Jangan Mengorbankan Ikatan Personal Karyawan

Produktivitas karyawan yang tinggi secara positif memang menguntungkan perusahaan, dan hal itu bisa diukur dari hasil-hasil yang dicapai. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kerja keras itu meminta ongkos yang sulit diukur dari sisi karyawan.

“Organisasi yang telah mencapai hasil sempurna, di mana kualitas produk mereka tinggi, juga inovasinya, biasanya rendah dalam “hal-hal kecil” yang berpengaruh pada moral dan tujuan karyawan,” demikian diungkapkan Michael Stallard, Presiden E Pluribus Partners, sebuah lembaga pemikiran, menanggapi tingginya produktivitas karyawan di AS.

Ditambahkan, “hal-hal kecil” itu juga berdampak besar pada bottom line organisasi. Stallard kemudian mengutip sebuah penelitian yang menemukan bahwa 3 dari 4 karyawan tidak menaruh hati pada pekerjaan mereka. Dia menyarankan agar pemimpin sebaiknya menciptakan budaya yang “lebih friendly secara emosional” dalam organisasi mereka.

Benefit emosional didapat ketika kita melakukan pekerjaan yang cocok dan menantang kita,” ujar dia. “Di samping itu, juga ada keuntungan dari budaya yang mengembangkan saling percaya antarteman sekerja, yakni hubungan lebih diwarnai saling ingin membantu daripada merasa harus saling bersaing.”

“Hal-hal kecil” lainnya yang terlupakan di balik tingginya produktivitas, menurut profesor sosiologi pada Louisiana State University adalah hilangnya ikatan personal karyawan.

“Beban dan jam kerja yang tinggi hanya menyisakan sedikit waktu bagi individu untuk membangun dan memelihara ikatan-ikatan personal mereka,” kata dia. “Dan, akibatnya bisa serius sebab dukungan sosial yang berguna untuk melawan stres datang dari ikatan-ikatan personal itu.”

Hurlbert mengatakan, para manajer HR bisa memperbanyak kesempatan-kesempatan bagi karyawan untuk membangun dan memelihara ikatan-ikatan personal dengan menekankan bahwa ikatan-ikatan dalam kehidupan personal sama pentingnya dengan dalam dunia kerja.

“Mereka bisa mendidik para karyawan tentang pentingnya keseimbangan antara jaringan yang dibangun dengan baik dalam urusan bisnis dan ikatan personal yang kuat antarteman dan relasi,” papar dia. “Urusan personal itu bisa membantu melawan stres dan menyeimbangkan antara kerja dan keluarga.”

Ditambahkan, para manajer HR juga perlu mendorong partisipasi karyawan dalam komunitas-komunitas yang ada di lingkungan organisasi.

Michael Stallard juga kembali menambahkan, langkah selanjutnya dari evolusi organisasi adalah pergeseran budaya ke arah “budaya-budaya yang menghubungkan” dan memacu produktivitas. “Inovasi menggerakkan terciptanya perusahaan-perusahaan baru, produk-produk baru dan proses-proses bisnis baru,” kata dia.

“Inovasi adalah (hasil) kerja tim, yang hanya tercipta jika Anda memiliki lingkungan dengan tingkat saling percaya dan kerja sama yang tinggi.”

Tags: ,