Presiden SBY: Pemerintah Lanjutkan Kebijakan Pro-Lapangan Kerja

Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pemerintahan yang akan dipimpinnya kembali mulai tahun depan tetap memprioritaskan kebijakan yang pro pada tiga hal. Yakni pro-growth (pertumbuhan), pro-poor (kemiskinan), dan pro-job (lapangan pekerjaan).

Hal itu ditegaskan dalam Pidato Pengantar RAPBN 2010 dan Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna Luar Biasa DPR di Jakarta, Senin (3/8). SBY mengklaim bahwa pemerintahannya berhasil menekan peningkatan angka pengangguran akibat dampak krisis global.

Dikatakan, pertumbuhan pengangguran di Indonesia semasa krisis hanya sebesar 60.000 orang. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding perkiraan semula yang bisa mencapai 1,5 juta orang.”Pertambahan pengangguran hanya sebesar kurang dari 60 ribu, jauh di bawah perkiraan semula,” ujar dia.

SBY mengaku pemerintah memang terus menjaga agar gelombang PHK tidak terjadi terlalu banyak. Salah satu yang dilakukan dengan melakukan kebijakan countercyclical, untuk membalikkan siklus ekonomi yang sedang menurun, ke arah yang lebih positif.

“Stimulus fiskal sebagai kebijakan countercyclical dilakukan dalam rangka mempertahankan daya beli masyarakat, menjaga daya tahan perusahaan/sektor usaha, serta menciptakan kesempatan kerja dan menyerap dampak PHK melalui kebijakan pembangunan infrastruktur padat karya,” ujarnya.Presiden juga berjanji, pemerintah akan terus mengusahakan agar sektor riil terus berjalan dengan memberikan insentif fiskal untuk mendorong sektor riil tumbuh lebih bagus.

Gaji Naik

Kabar baik lain yang disampaikan SBY lewat pidatonya di depan anggota dewan adalah soal kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI-Polri, berikut para pensiunannya.
Dijanjikan, gaji PNS, prajurit dan pensiunan pada 2010 nanti akan dinaikkan rata-rata lima persen guna memperbaiki penghasilan mereka.

Lebih lengkapnya, SBY mengatakan, “Alokasi anggaran antara lain untuk memperbaiki penghasilan aparatur negara dan pensiunan melalui kenaikan gaji pokok dan pensiunan pokok, pemberian gaji dan pensiunan bulan ke-13, kenaikan uang makan/lauk pauk bagi TNI-Polri dari Rp 35.000/hari menjadi Rp 40.000/hari kerja.”

Khusus bagi guru dan dosen, SBY menjelaskan, pada Dana Alokasi Umum (DAU) terdapat tunjangan profesi guru. “Tunjangan tersebut diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik, sebagai penghargaan atas profesionalitasnya, sesuai dengan kewenangannya,” tandas dia.

Jika selama ini gaji guru terendah adalah Rp 2 juta setiap bulannya, maka dalam RAPBN 2010 akan dialokasikan dana penyesuaian berupa tambahan tunjangan kependidikan bagi guru sebesar Rp 7,9 triliun. “Kita semua berharap dengan ditingkatkannya alokasi anggaran ini, maka kesejahteraan para guru dan dosen akan semakin membaik dan akhirnya, sesuai dengan harapan rakyat, mutu pendidikan kita akan meningkat lebih tinggi lagi,” harap Presiden.

Pidato pengantar RAPBN biasanya disampaikan pada 15 atau 16 Agustus, atau menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan. Namun, karena DPR masa bakti 2004-2009 akan berakhir masa jabatannya pada akhir September serta pemerintahan baru dilantik 20 Oktober, maka penyampaian RAPBN ini dimajukan sekitar dua minggu lebih awal.