Praktik “Kotor” di Kantor Mulai Ditinggalkan

Barangkali sudah menjadi kesadaran umum bahwa untuk mencapai sukses, sebuah perusahaan tidak hanya memerlukan talent, melainkan talent dengan “keterampilan hitam” tertentu seperti tipu-muslihat, kekejaman dan kelihaian memainkan trik-trik kotor.

Namun, kemampuan untuk menjadi seorang politisi kantor yang baik dewasa ini tak lagi setabu yang pernah Anda pikirkan. Apa yang disebut sebagai politik kantor sedang berubah, demikian menurut sebuah jajak pendapat baru yang dilakukan di Inggris, dengan para manajer mulai melihat makna “berpolitik” secara sangat berbeda, jauh lebih positif dan bersih.

Bila dulu politik kantor identik dengan sikut-sikutan antarteman, saling menjegal, menjatuhkan dan menikam dari belakang serta kalau perlu menjilat atasan, kini mayoritas manajer melihat hal yang sama sebagai membangun aliansi dan kesepakatan.

Riset yang dilakukan oleh Chartered Management Institute (CMI) menemukan bahwa semakin banyak pimpinan bisnis yang menolak ide-ide lama tentang politik kantor, dan menggantinya dengan menciptakan partnership, membangun relationship dan mengembangkan keahlian-keahlian politik yang konstruktif.

Dalam laporan hasil penelitian disebutkan, hanya kurang dari sepertiga (dari 1.495 manajer) yang masih melihat politik semata sebagai “melindungi kepentingan sendiri”, dan kurang dari seperlima yang masih percaya politik adalah “mengejar keuntungan pribadi.”
Selebihnya, para manajer percaya bahwa keterampilan-keterampilan berpolitik yang baik adalah “membangun aliansi” (6 dari 10), “interaksi dengan pengambil keputusan” (4 dari 10) dan “menyatukan berbagai perbedaan” (4 dari 10).

Hubungan Eksterna

Para manajer memberi peringkat tinggi pada “political skill” yang membantu mengembangkan partnership, dan memberi penghargaan yang besar pada hubungan eksternal dalam bisnis. Ke depan, “partnership working” diharapkan menjadi prioritas kalangan pimpinan bisnis.

Kepala eksekutif CMI Mary Chapman mengatakan, “Dalam lingkingan bisnis yang dinamis, di mana globalisasi sedang membuka pintu-pintu baru pada hal-hal mendasar sehari-hari, perhatian besar pada pengembangan external partnership merupakan kabar baik bagi bisnis.””Ini memperlihatkan, para pemimpin menerima bahwa sukses bisa dicapai bila mereka bekerja (sama) dengan individu-individu.”

“Mereka menyadari kebutuhan untuk bicara dan berhubungan dengan orang pada level personal. Tentu saja, hubungan internal tetap menjadi faktor penting, tapi kini ada makin jelas dipahami bahwa hasil-hasil (bisnis) hanya bisa dicapai lewat kolaborasi yang lebih luas,” papar Chapman.

“Di samping itu, bagaimana individu menggunakan keterampilan-keterampilan politik mereka akan menentukan sukses personal dan bisnis,” tambah dia. Disimpulkan, karena tak seorang atau organisasi pun yang tumbuh dalam ruang kosong, maka pengaruh dari aksi-aksi mereka akan terasa pada stakeholder di sekitarnya. Artinya, political skill bukanlah “keterampilan kotor” seperti yang banyak diasosiakan selama ini.

Tags: