PPM Cetak Lulusan Berwawasan “Hijau”

 

Kualitas hidup manusia berkorelasi positif dengan lingkungan di mana dia berada. Prinsip ini juga berlaku di dunia pendidikan. Institusi pendidikan yang berkualitas dan mampu menjaga etika, diyakini akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter baik.

Sehubungan dengan itu, Ketua PPM Manajemen, Martinus Sulistio Rusli, Ph.D, mengajak para akademia bersama industri dan perusahaan untuk saling bersinergi. Menurutnya, institusi pendidikan berperan besar dalam menghasilkan lulusan yang peduli terhadap praktik green business.

“Di masa mendatang, perusahaan dapat terus berkembang tanpa meninggalkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tutur Martinus saat mewisuda 132 lulusan Sekolah Tinggi Manajemen (STM) PPM, Kamis, 21 Oktober, di Jakarta. Sebanyak 106 orang di antaranya adalah lulusan dari Program Magister Manajemen, baik dari Program Wijawiyata Manajemen (WM), Magister Manajemen Eksekutif (MME) dan Magister Manajemen Eksekutif Muda (MM Esmud). Adapun 26 orang lainnya berasal dari Program Strata-1 atau biasa disebut Program Sekolah Manajemen Bisnis (SMB), baik dari program SMB Reguler dan SMB Profesional.

Ketua Panitia Wisuda PPM, Nora Sri Hendriyeni, menyampaikan isu Sustainable Green Business sebagai tema wisuda kali ini. “Sustainable dalam arti dapat terus berbisnis dan looking for profit. Di saat yang bersamaan, juga menjaga etika dan good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik, red),” ungkapnya. Nora menambahkan, sustainable juga dapat diartikan senantiasa menjaga keberlangsungan bumi, dengan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Lebih jauh tentang Sustainable Green Business, Nora menjelaskan, secara gradual PPM akan menyesuaikan kurikulum untuk Program S1 maupun S2 menjadi kurikulum yang berwawasan ‘hijau’. Bahkan, ia berharap, ke depan PPM memiliki program Green MBA. “Saat ini PPM sudah mulai membahas wacana sustainable dan green ini dalam mata kuliah Etika Bisnis yang di dalamnya juga mengulas tentang CSR (Corporate Social Responsibility, red), dan Environmental Accounting,” tuturnya.

Dalam wisuda PPM kali ini, Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group menyampaikan orasi ilmiah. Martha Tilaar menekankan bahwa institusi pendidikan dan industri memiliki kewajiban yang sama untuk berperan dalam pembangunan di segala lini. “Kita harus bekerja keras, sehingga negara yang kita cintai ini bisa duduk terhormat di antara negara-negara lain menjadi sebuah negara yang berdikari. Setidaknya diperlukan 2% sarjana di Indonesia yang memiliki jiwa entrepreneur untuk bisa menyejahterakan masyarakat. Dalam hal ini kita harus meniru negara tetangga, Malaysia dan Singapura, yang sudah berhasil mencapai 5% sarjana entrepreneur,” katanya bersemangat. Martha Tilaar juga mengajak PPM bersinergi dengan kalangan industri untuk mewujudkan cita-cita agar Indonesia mampu mencetak 10% sarjana entrepreneur. -(Rudi Kuswanto)

Tags: