PMSM Kembali Gelar HR Meet & Talk

Mengelola talent selalu saja menjadi topik yang hangat di kalangan para praktisi SDM. Hal ini ditegaskan oleh BCG dan WFPMA dalam sebuah surveinya pada 2008 kepada 4.700 eksekutif di 83 negara, yang hasilnya menunjukkan bahwa managing talent adalah topik yang masuk dalam kategori The Most Immediate Action. Sejumlah perusahaan telah mencoba menjalankan program talent management, dengan segala catatan keberhasilan maupun catatan untuk aspek pembelajaran.

Berangkat dari isu inilah, Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia atau sering disingkat PMSM kembali menggelar “HR Meet and Talk” bertempat di Fcone, FX lifestyle X’ter, di kawasan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis (28/4). Acara yang menjadi ajang berkumpulnya para praktisi SDM ini tampak dipadati kurang lebih sebanyak 100 peserta yang bersemangat datang meski suasana di ibukota kemarin cukup runyam setelah ditemukan benda mirip bom di Bundaran HI.

HR Meet and Talk sendiri telah menjadi bagian agenda rutin dari event-event yang diselenggarakan oleh PMSM. Diantaranya yang sudah digelar adalah HR Meet & Talk 1, 4th Generation BSC, pada September 2010, HR Meet & Talk 2, HR Readiness to Meet 2011, di bulan Januari 2011, HR Meet & Talk 3, Talent Management, April 2011, melengkapi kegiatan PMSM lainnya yakni Pengesahan DPC Bandung, pada Maret 2011 silam, dan Coaching Clinic, yang baru saja digelar di Kawasan Industri Cikarang pada pertemuan rutin paguyuban HR industri elektronik.

Sebelum acara dimulai, salah satu Ketua PMSM, Irvandi Ferizal memberikan hasil Flash HR Survey 2010 yang datanya diambil pada saat PMSM ikut terlibat dalam penyelenggaraan HR Expo 2010, di JCC Jakarta. Responden yang memberikan respon berjumlah 162 dari berbagai industri, di antaranya oil & gas (9,26%), farmasi (4,94%), logistik & transport (4,32%), asuransi (2,47%), petrokimia & industri kimia (3,09), FMCG (3,70%), perkebunan (7,41%), perdagangan (3,42%), telekomunikasi (6,79%), jasa (6,17%), perbankan/financial (8,02%), dan lainnya (39,81%).

Banyak hal menarik dari flash survey ini. Misalnya, menjawab pertanyaan apa yang menjadi tantangan dari departemen HR, diperoleh jawaban; mencari kandidat terbaik (14, 71%), talent management (13,47%), hubungan industrial (5,57%), pengembangan kompetensi karyawan (16,87%), sistem informasi HR (6,81%), kompensasi & benefit yang menarik (13,62%), kaderisasi pimpinan puncak (9,13%), membangun engagement karyawan (13,78%), tantangan community (4,33%), dan lainnya (1,70%).

Beberapa pertanyaan lain, diantaranya masalah turnover karyawan, yang menjawab di bawah 2% setahun banyak terjadi di industri komunikasi, perdagangan, dan jasa, sedangkan di atas 8% setahun dialami pada industri perbankan/financial. Sementara untuk pelatihan yang dialokasikan kepada karyawan, sebagian besar responden menjawab antara 2 sampai 4 hari per tahun. Kemudian HR Tools yang paling banyak digunakan diantaranya adalah HRIS, Leadership Assessment, HR Scorecard, dan Job Evaluation.

Irvandi juga memaparkan hasil survei yang menanyakan dari mana sumber rekrutmen. “Ternyata tiga besarnya adalah melalui internet, iklan di media massa masih digunakan, serta kerjasama dengan Universitas maupun referensi karyawan,” imbuhnya. Sedangkan kegiatan HR yang banyak menggunakan jasa outsourcing adalah, kesehatan, assessment center, pelatihan dan topik HR yang diaplikasikan diantaranya OJT (on the job training) dan Performance Management.

Di akhir presentasi Irvandi mengingatkan bahwa survei ini hanya memberikan gambaran singkat saja, apa yang menjadi topik hangat pembicaraan di kalangan para praktisi HR. “Dengan keikutsertaan aktif dari para peserta dalam survei-survei, kami berharap di setiap event yang diselenggarakan PMSM, kami akan bisa memberikan perkembangan terbaru,” kata Irvandi.

Yang menjadi pembicara dalam HR Meet and Talk kali ini adalah dua orang tokoh SDM yang cukup malang melintang di berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Yakni, pertama adalah Effendi Ibnoe, dengan pengalaman pernah menduduki posisi penting di bidang HR di Bank Permata, GE, Standar Chartered dan baru 2 bulan yang lalu dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur HR Bakrie & Brothers. Effendi banyak memberikan pengalamannya di berbagai perusahaan. Ia menekankan bahwa HR harus pandai-pandai mengelola SDM, terlebih yang termasuk critical resources. “Salah satunya memang dengan menciptakan engagement program yang menarik. Karena kalau program ini bagus, karyawan dengan sendirinya akan memberikan yang terbaik,” tutur Effendi.

Sementara pembicara yang lain adalah Michael Adryanto yang saat ini menduduki posisi sebagai Direktur Strategi & HR PT SMart Tbk. Michael memberikan wawasan bagaimana mengelola talent yang merupakan pengalaman nyata dan dibangun dari awal. Ia menyampaikan ada empat key success factors, yakni strong reason(s), executive-level sponsors, other HR management functions’ support, dan right talent management system.
Namun Michael mengingatkan bahwa setiap perusahaan bisa berbeda-beda dalam hal penerapan. “Misalnya ada alasan yang kuat buat perusahaan dalam menjalankan talent management itu bisa relatif. Jika memang perusahaan belum memiliki return yang kuat, maka talent management hanya akan sia-sia saja,” ujarnya.

Yang menarik dari konsep talent management yang dipaparkan oleh Michael adalah dipergunakannya “ayakan emas”. “Istilah ayakan emas sendiri muncul dari owner yang menginginkan bahwa hasil akhir dari proses talent management tersebut haruslah diperoleh emas, bukan hanya pasir saja. Buat kami istilah ini memang sudah langsung bisa diterima karena sudah memahami makna, tapi mungkin buat yang lain istilah ini tidak berbunyi,” ujar Michael lagi sambil memberikan saran untuk menggunakan istilah-istilah yang membumi dan familiar dalam setiap program-program yang dijalankan oleh departemen HR.

Di akhir acara, Sapta Putra Yadi yang memberikan sambutan selaku Ketua Umum PMSM, tak henti mengajak para praktisi SDM untuk ikut terlibat aktif dalam sharing session forum. “Prinsipnya dari kita dan untuk kita. Kami juga siap menghadirkan narasumber yang kompeten jika diundang dalam forum-forum internal di perusahaan maupun paguyuban HR. Kami akan berusaha keras memberikan nilai tambah bagi semua member PMSM maupun non-member tapi ikut aktif dalam pertemuan-pertemuan HR seperti ini,” ujarnya bersemangat. (RK)

Tags: