PLN Butuh 26 Ribu Karyawan Baru

Di tengah isu rencana pergantian direktur utamanya, ada kabar yang barangkali lebih penting bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat ini membutuhkan sekitar 26 ribu karyawan baru untuk meningkatkan kinerjanya.

Karyawan baru juga diperlukan untuk mengganti akumulasi angka pensiun yang tinggi per tahun. “Tiap tahunnya, total pegawai kami yang pensiun secara nasional sekitar 1.500 orang,” ungkap Direktur Utama PLN (Persero) Fachmi Mochtar kepada Antara di Kampus ITS, Surabaya, Sabtu (5/12/09).

Fachmi merinci, komposisi pegawai yang diperlukan terdiri dari pembangkit 2.700 orang, transmisi baru 4.000 orang, dan sisanya untuk sektor-sekotor lainnya. Adapun dari segi pendidikan, pihaknya mencari 50 persen lulusan D1, 28 persen lulusan D3, 20 persen S1, dan 2 persen S2.

“Banyaknya lulusan diploma yang direkrut karena kami memerlukan tenaga pegawai teknis dalam jumlah besar,” kata dia seraya menambahkan, dengan penambahan pegawai itu, ia menargetkan sampai 2018 total pegawai di PLN menjadi 40.000 orang.

Lebih jauh Fachmi berharap, pegawai baru bisa memberikan kontribusi pemikiran mereka untuk membantu perusahaan mencapai target pertumbuhan konsumsi listrik sekitar 9 persen. Target itu diyakini dapat tercapai mengingat perekonomian nasional 2010 diharapkan tumbuh 6 persen.

Target lain yang telah dicanangkan PLN adalah jaringan listrik di luar Jawa-Bali, dan masuknya pegawai baru diharapkan juga dapat membantu merealisasikannya selama 2010.

Sebelumnya, serikat pekerja PLN menolak Dahlan Iskan yang disebut-sebut bakal menjadi orang nomor satu di BUMN itu. Menurut Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Ahmad Daryoko, bos Grup Jawa Pos yang juga pemilik PLTU Embalut di Kaltim itu diragukan kompetensinya.

Tags: