Pizza Hut Bidik Generasi Y

Keberadaan Generasi Y dalam dunia ketenagakerjaan telah menjadi perbincangan hangat di kalangan manajer HR setiap perusahaan. Namun, sejauh ini belum banyak organisasi yang secara serius merancang kebijakan untuk menangani mereka. Pizza Hut adalah satu dari sedikit perusahaan yang menyadari perlunya membidik mereka secara khusus.
Jaringan kedai pizza yang telah merambah seluruh dunia tersebut akan mengubah situs rekrutmen mereka untuk lebih menarik perhatian para kandidat dari Generasi Y, yakni angkatan kerja baru yang berusia antara 18 hingga 28 tahun.
Direktur HR Pizza Hut pusat di Inggris Jayne Little menegaskan, selama ini umumnya pekerja restoran memang berusia muda. Namun, menurut dia, perlu adanya iklan lowongan pekerjaan yang secara khusus dirancang menyesuaikan bahasa anak-anak muda tersebut, agar mereka mendapatkan inspirasi.
Kebijakan tersebut diambil menyusul perubahan nama dan konsep Pizza Hut menjadi Pasta Hut yang telah dimulai pada 30 gerai di Inggris.
“Bagi kami, ini tentang menarik perhatian orang untuk bergabung dengan bisnis kami, dan apa yang kami tengah kami lakukan adalah merombak situs rekrumen kami, berbicara dengan bahasa mereka yang datang dan bekerja untuk kami. Sebagian besar anggota tim kami berusia sangat muda dari kalangan Generasi Y, namun 85% dari mereka cenderung berkembang pesat dan menjadi manajer,” papar Little.
Disadari bahwa anggota Generasi Y banyak menghabiskan waktunya dengan online di internet. “Mereka tidak ingin mengirimkan lamaran pekerjaan dengan menggunakan pulpen dan kertas,” kata dia.
Selain itu, disadari pula bahwa kompetisi memperebutkan anak-anak muda tersebut sangat tinggi. “Begitu banyak tempat yang menawari mereka untuk bekerja sehingga kami perlu menonjolkan diri dengan memperlihatkan budaya fun yang kami miliki melalui tampilan situs rekrutmen kami, untuk menarik perhatian mereka,” tambah Little.
Direktur HR jaringan Marriot London Jan Marshall sepakat bahwa sudah saatnya bagi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan Generasi Y. “Mereka generasi yang tertarik dengan berbagai pelatihan dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kerja,” tandas dia.

Tags: