Pilot Garuda Iri Gaji Pilot di Luar Negeri Lebih Tinggi

Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Stephanus mengungkapkan, tawaran gaji untuk seorang pilot di luar negeri lebih besar dibandingkan di dalam negeri. Gaji seorang pilot di luar negeri bisa mencapai harga pasar US$ 8.000-12.000 per bulan sementara di dalam negeri khususnya Garuda maksimal US$ 5.500 per bulan.

Isu disparitas gaji mencuat di sela gugatan pihak APG terhadap manajemen Garuda untuk mendapat pensiun lebih cepat yaitu 56 tahun. Gugatan tersebut disidangkan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Namun, Stephanus berkilah bahwa gugatan yang diajukan pihaknya tidak terkait dengan soal gaji. Ditegaskan, gugatan APG murni untuk kepentingan hak para pilot dalam membedakan posisi sebagai karyawan Garuda yang memiliki jatah pensiun usia 56 tahun dan profesi pilot yang batas usia pensiunnya 60 tahun.

Menurut Stephanus, alotnya permintaan pensiun umur 56 tahun bagi pilot Garuda sehingga harus ke pengadilan, karena pihak manajemen khawatir jika dikabulkan maka banyak pilot Garuda yang setelah pensiun masih bisa bekerja ke maskapai di luar negeri dengan gaji yang menjanjikan.

Stephanus memahami kekhawatiran itu mengingat, suplai pilot di dunia memang sangat terbatas sedangkan permintaannya sangat tinggi. Disebutkan, pada 2013 nanti, di tingkat dunia diperkirakan akan terjadi kekurangan 55.000 pilot.

“Itu yang dikhawatirkan manajemen. Kita sih lebih pilih Indonesia dan cinta Indonesia, tapi kalau tidak dihargai bagaimana, yang penting peraturannya fair dan suasana kondusif,” kata dia.

Dalam sidang di PHI sempat dipertanyakan motivasi para pilot Garuda untuk meminta pensiun di usia 56 tahun, dari 60 tahun yang sudah digariskan dalam PKB.

Kuasa Hukum Garuda Riezka Gees Indrawanita mengatakan, peluang adanya keinginan untuk bekerja di luar negeri bagi pilot Garuda terkait tuntutan masa pensiun lebih cepat mungkin saja ada. Namun, pihaknya tak bisa menyimpulkan sejauh itu karena sangat tergantung minat pribadi masing-masing pilot.

Namun, salah satu orang pilot yang menjadi saksi persidangan Darwis Panjaitan mengatakan, keinginannya untuk bisa pensiun pada usia 56 tahun atau disamakan dengan pegawai Garuda non-pilot adalah agar bisa menikmati masa tua yang lebih lama dan bisa bersosialisasi secara normal.

Tags: