Pilihan Karir 2008: Entrepreneur Berpikiran Global

Belum terlambat untuk menyusun resolusi karir Anda tahun ini. Mungkin ada yang ingin berhenti bekerja dan memulai berbisnis sendiri, atau bahasa kerennya menjadi entrepreneur. Bagus. Dan, tentu Anda ingin usaha Anda sukses.
Rahasianya, tinggalkan nasihat lama tentang “mulai dari yang kecil dan tembus pasar lokal dulu”, dan beralihlah untuk berpikir secara global sejak awal.
Riset yang dilakukan Babson College di AS dan London Business School di Inggris menemukan bahwa antara sepersepuluh hingga 40% entrepreneur di negara-negara berpendapatan tinggi berharap, seperempat atau lebih dari customer mereka datang dari luar negeri.
2007 Global Entrepreneurship Monitor (GEM) Report tersebut antara lain menyimpulkan bahwa mendorong entrepreneurship yang lebih global merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia.
“Ekonomi dunia membutuhkan para entrepreneur,” ujar profesor pada Babson danm anggota tim GEM, AS Kent Jones, “dan secara bertahap para entrepreneur tersebut tergantung pada ekonomi dunia yang terbuka dan lintas-batas untuk kesempatan-kesempatan baru dan pertumbuhan –melalui perdagangan, investasi asing dan keuangan.”
<B>Tingkat Aktivitas Entrepreneurial</B>
Lebih jauh riset GEM menemukan bahwa perbedaan tingkat-tingkat dan karakteristik dari aktivitas entrepreneurial tidak hanya tergantung pada ekonomi lokal maupun kualitas dan jumlah lembaga yang mendukung entrepreneurship, tapi juga budaya dan demografi.
Aktivitas entrepreneurial tahap awal cenderung tinggi di negara-negara dengan pendapatan per-kapita rendah, namun menurun di negara-negara berpendapatan sedang sebelum naik lagi di negara-negara kaya. Pola yang sama juga terlihat pada tingkat kota-kota besar.
Baik negara-negara berpendapatan sedang maupun rendah di Amerika Latin dan Asia memperlihatkan tingkat yang tinggi dalam aktivitas entrepreneurial tahap awal, dengan Thailand, Peru dan Colombia dilaporkan tertinggi.
Sebagai pembanding, negara-negara di Eropa Timur dan Asia Tengah secara tradisional relatif rendah dalam aktivitas entrepreneurial tahap awal.
Survei mendapati, seiring dengan naiknya pendapatan per kapita di negara-negara kaya maka meningkat pula tingkat entrepreneurship tahap awal masyarakatnya.
Sejumlah negara-negara di Eropa, sebaliknya, secara konsisten relatif rendah tingkat entrepreneurship tahap awalnya.
Islandia, Hongkong, AS memperlihatkan tingkat paling tinggi, sementara tingkat terendah ditemukan di Austria, Puerto Rico dan Belgia.
Di Norwegia dan Swedia, sebagian besar aktivtas entrepreneurial tahap awal masyarakatnya dilakukan secara <I>part-time</I>.
<B>Persepsi</B>
Terdapat hubungan yang kuat juga antara tingkat aktivitas entrepreneurial tahap awal dengan persepsi umum masyarakat terhadap keterampilan-keterampilan entrepreneurial mereka dan kesempatan-kesempatan untuk memulai bisnis.
Faktor lain yang juga mempengaruhi: apakah entrepreneurship secara luas diyakini bisa menjadi pilihan karir yang bagus.
Sejumlah negara kaya seperti AS, Israel, Irlandia dan Kanada memperlihatkan tingkat tertinggi dalam pertumbuhan harapan entrepreneurship, di mana para entrepreneur diharapkan menyerap sedikitnya 20 karyawan dalam 5 tahun dari sekarang.
Dalam hal yang sama, untuk negara berpendapatan sedang dan rendah, China dilaporkan tertinggi disusul kemudian Argentina.
Para entrepreneur tahap awal juga dilaporkan cenderung lebih merasa menghadirkan produk-produk yang inovatif, dibandingkan dengan pebisnis yang sudah mapan.
Mereka, para entrepreneur tahap awal itu, rata-rata berusia 25 hingga 34 tahun dan umumnya pria.

Tags: ,