PHK Karyawan Bank di Inggris Berlanjut

Llyods Banking Group mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja hingga 5.000 karyawan per 2010. Bank yang harus diselamatkan Pemerintah Inggris di tengah krisis finansial global itu menyatakan, PHK tersebut termasuk dalam agenda restrukturisasi organisasi.

Sebelumnya, Llyods telah mengakuisisi sesama bank Inggris HBOS pada Januari lalu. Para analis meramal, bank yang 43% sahamnya dimiliki oleh pemerintah itu harus memberhentikan sedikitnya 30.000 karyawan akibat krisis dan reorganisasi setelah merger.

Selain memberhentikan karyawan tetap, Llyods juga merelokasi karyawan dan mengurangi tenaga kerja paruh waktu. Sejak awal 2009, Llyods telah memberhentikan 9.000 karyawan.

Kabar rencana PHK karyawan di Llyods hanya berselang sepekan dari pengumuman serupa di Royal Bank of Scotland (RBS) dan HSBC. Jumlah pegawai yang kehilangan pekerjaan di kedua bank tersebut mencapai 5.400 orang.

Khusus untuk HSBC sendiri, rencananya akan memberhentikan lebih dari 1.700 karyawan pada divisi perbankan ritel di Inggris. PHK akan terjadi selama 12 bulan ke depan. Sehari sebelumnya, Inggris dikejutkan dengan keputusan RBS yang akan memangkas sekitar 3.700 karyawannya.

Produsen Game

Dari New York dilaporkan, perusahaan pembuat game Electronic Arts (EA) menyatakan akan memberhentikan 1.500 orang karyawan. Keputusan pahit ini menambah jumlah PHK yang dilakukan oleh salah satu produsen game terbesar di dunia tersebut. Awal tahun ini, EA juga telah menghentikan 1.100 pegawai.

Dalam hitungan EA, pemberhentian lebih dari 2.000 pekerja akan menghemat biaya operasional setelah mereka mengalami kerugian hingga kuartal ketiga tahun ini. PHK juga terkait dengan rencana pengelola EA merestrukturisasi bisnis mereka. Perusahaan yang terkenal dengan berbagai game konsol bertema sport itu berniat lebih fokus ke game berbasis internet dan mobile yang saat ini lebih populer.

Pekan lalu, EA baru saja mengumumkan pengambilalihan Playfish, game yang melambung namanya di antara para pengguna situs jejaring sosial, seperti Facebook dan MySpace. EA membeli Playfish seharga US$ 275 juta. EA berani membayar semahal itu, karena pasar game berbasis internet dan mobile sedang naik daun seiring game konsol yang sedang mengalami penyempitan pasar.

Berujung PHK

Raksasa farmasi Pfizer Inc. menutup enam fasilitas riset dan pengembangan yang berada di AS dan Inggris. Keputusan ini tentu berujung pada PHK. Pabrik obat terbesar di dunia itu tidak menyebut berapa banyak jumlah karyawan yang akan diberhentikan.

Pffizer hanya menyebut, luas area fasilitas research and development (R&D) mereka akan berkurang hingga 35%. Pengurangan kegiatan R&D ini merupakan buntut dari tuntasnya akuisisi Wyeth, bulan lalu.

Setelah membeli Wyeth seharga US$ 67,3 miliar, Pffizer menggulirkan agenda restrukturisasi termasuk penutupan fasilitas R&D tersebut. “Perubahan ini bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus menekan laba. Namun perubahan ini juga berujung ke pengurangan jumlah karyawan,” demikian pengumuman resmi Pffizer.

Tags: