PHK di Masa Krisis Tidak Baik untuk Masa Depan Perusahaan

Krisis ekonomi yang memuncak telah memaksa banyak perusahaan memecat karyawannya. Tindakan ini harus dikritisi, karena perusahaan akan kerepotan di saat perekonomian beranjak naik.

“Apa pun keputusan yang dilakukan perusahaan, SDM, harus berjangka panjang, tidak hanya jangka pendek,” kata Kepala Center for Human Capital Development PPM Manajemen Octa Melia Jalal dalam seminar “Strategi Human Capital di Saat Krisis” di Gedung PPM Manajemen, Jakarta, Kamis (11/6/09).

Octa mengatakan, jika ingin mengurangi karyawan, perusahaan harus memikirkan dampaknya minimal 3 sampai 5 tahun ke depan. “Karena kalau tidak diperhatikan, saat ini banyak dikurangi tapi ternyata tahun depan banyak karyawan yang pensiun, maka perusahaan akan kerepotan di saat ekonomi naik,” demikian dilaporkan Kompas.com.

Oleh karena itu, tambah dia, perusahaan perlu membentuk tim kecil. Tim ini bertugas untuk menetapkan secara pasti dampak dari krisis ekonomi bagi perusahaan. Apakah dampaknya kecil, menengah atau memberikan dampak besar pada perusahaan. “Dalam hal ini tidak banyak perusahaan yang mengetahui posisi perusahaannya di saat krisis,” tandas Octa.

Setelah itu, menurut dia, tim kecil tersebut menetapkan standar yang jelas, faktor apa saja yang menentukan ketika perusahaan terpaksa harus mengurangi jumlah karyawan-karyawan mana yang dipecat, dan mana yang dipertahankan. “Yang kita takutkan adalah ada orang bagus, malah kabur duluan karena isu pemecatan. Atau, orang seperti itu malah dipecat,” tutur Octa.

Saatnya Pelatihan

Lebih jauh Octa mengatakan, krisis ekonomi justru merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan bagi karyawannya. Ini merupakan bagian dari antisipasi perusahaan untuk menghadapi perkembangan ekonomi di masa depan. “Training yang dilakukan mesti berorientasi pada pemecahan masalah,” tegas dia seraya memberikan tips, pelatihan sebaiknya dilakukan tidak terpisah dari proyek perusahaan.

“Di kelas sebentar, lalu langsung diterapkan pada perusahaannya,” ujar dia.
Untuk itulah, pesan dia, para pemberi pelatihan sebaiknya dari orang dalam perusahaan sendiri. “Ini kesempatan bagi para direksi atau CEO untuk bertemu karyawannya sambil membagikan pengetahuannya,” kata dia.

Selain momen yang pas untuk memberi pelatihan, menurut Octa masa krisis juga menjadi kesempatan perusahaan untuk menempatkan karyawan yang berpotensi di tempat yang tepat. Bahkan dikatakan juga bahwa krisis merupakan saat yang tepat untuk perekrutan karyawan baru. “Bukan malah menutup pintu perekrutan, sebab ini menjadi investasi yang baik untuk masa depan. Di luar sana ada banyak orang-orang yang bagus,” kata dia.

Tags: