Perusahaan Puas dengan Karyawan Muda

Satu dari lima pimpinan perusahaan mengaku, karyawan yang ada di perusahaan mereka saat ini masih kurang dalam hal keahlian. Namun demikian, mereka juga mengaku puas dengan karyawan dari generasi muda yang telah mereka rekrut.

Demikian hasil survei bertajuk “The National Employer Skills Survey for England” yang dilakukan atas 79.152 pimpinan perusahaan. Survei tersebut menyelidiki masalah-masalah rekrutmen, kesenjangan keahlian dan praktik-praktik pelatihan selama setahun terakhir masa resesi.

Ditemukan bahwa:
— Sulit untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan tenaga terampil
— Tingkat kesenjangan keahlian meningkat (dari 15% pada 2007 menjadi 19% pada 2009)
— Jumlah perusahaan yang tetap menyediakan pelatihan tetap stabil, namun proporsi karyawan yang mereka beri pelatihan turun (dari 63% pada 2007 menjadi 65% tahun lalu).

Selain itu, survei juga menemukan bahwa dalam 12 bulan terakhir, seperempat (23%) perusahaan telah merekrut anak-anak muda yang baru pertama kali memasuki dunia kerja. Angka tersebut merupakan penurunan dari 2007 yang sebesar 26%.

Kabar gembiranya: tiga perempat dari anak-anak muda yang direkut itu (berusia antara 17-18 tahun) ternyata siap kerja, dan 84% perusahaan yang merekrut lulusan baru mengakui bahwa mereka siap kerja.

Chris Humphries, Direktur Commission for Employment and Skills, Inggris, lembaga yang menyelanggarakan survei tersebut mengatakan, “Perusahaan yang punya pengalaman mempekerjakan anak-anak muda tampaknya lebih positif dalam memandang mereka.”

Oleh karena itu, Humphries menyarankan agar usaha-usaha untuk melahirkan lulusan sekolah, akademi maupun universitas yang “siap pakai” sebaiknya terus ditingkatkan. “Biarkan saja kalau masih ada perusahaan yang meremehkan mereka, yang penting terus saja menciptakan pool of talent dari anak-anak muda itu.”

“Pengalaman kerja itu sesuatu yang mudah dan saya akan mendorong para pengusaha untuk membuka itu kepada anak-anak muda. Para pengusaha juga perlu cukup open-minded untuk menyediakan posisi-posisi permanen bagi anak-anak muda yang pertama kali bekerja,” tambah dia.

Tags: