Perusahaan Perlu Perhatikan “Dress Code” Online Karyawan

Seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan situs-situs jejaring sosial dalam bisnis, masalah-masalah baru pun terus bermunculan. Pernahkah Anda membayangkan sebelumnya, bahwa baju apa yang Anda dikenakan untuk avatar di Twitter, akan diatur oleh perusahaan tempat Anda bekerja?
Lembaga spesialis teknologi informasi Gartner di Inggris memprediksi bahwa sampai akhir 2013 nanti, 70% pelaku bisnis akan memiliki panduan mengenai perilaku dan busana untuk semua karyawan yang menggunakan avatar sebagai bagian dari pekerjaan mereka.
Avatar adalah gambar dua atau tiga dimensi yang digunakan sebagai representasi visual seseorang dalam aktivitasnya di situs-situs jejaring sosial di internet.
Managing Vice President pada Gartner, James Lundy menegaskan, "Karena penggunaan lingkungan-lingkungan virtual bagi keperluan-keperluan bisnis terus meningkat, maka bisnis perlu memahami penggunaan avatar dalam kaitannya dengan pengaruhnya terhadap bisnis atau reputasi perusahaan."
"Kami menyarankan agar perusahaan memiliki panduan yang jelas mengenai kode-kode perilaku ketika karyawan bertindak sebagai representasi dari perusahaan, apakah itu di lingkungan nyata maupun virtual," tambah dia.
Kalangan analis teknologi informasi mengingatkan bahwa perilaku dan penampakan avatar merupakan refleksi dari individu dan perusahaan tempat mereka bekerja.
Oleh karenanya, karyawan perlu diberi pelatihan mengenai manajemen reputasi, dan perusahaan bisa mulai meminta karyawan agar memisahkan antara avatar personal dan profesional.

Tags: