Perusahaan Perlu Lebih Terbuka terhadap Media Sosial di Internet

Perusahaan perlu lebih terbuka terhadap media-media jaringan sosial di internet yang kini semakin menjamur. Ketimbang capek “memusuhi”-nya, lebih baik memanfaatkan media-media tersebut sebagai alat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik, membangun engagement dan komunikasi.

Demikian rekomendasi yang dikeluarkan oleh perusahaan konsultan manajemen SDM Watson Wyatt berdasarkan hasil penelitian terbaru yang mereka lakukan. Menurut Watson Wyatt, banyak perusahaan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan potensi teknologi internet sebagai alat penting untuk mendorong employee engagement secara efektif.

Seperti dimaklumi, banyak perusahaan yang membatasi akses karyawannya terhadap Friendster, Facebook, Goodreads dan sejenisnya. Namun, banyak juga perusahaan yang masih bingung bagaimana harus menyikapi media-media jaringan sosial di internet yang telah menyita waktu serta perhatian karyawan.

Watson Wyatt melihat, dan menyayangkan, bahwa selama ini kebanyakan perusahaan hanya sibuk memikirkan risiko-risiko yang bisa ditimbulkan oleh media-media jaringan sosial tersebut. Sehingga, banyak manajer dan pimpinan yang khawatir jika memberi kebebasan pada karyawan untuk mengaksesnya.Bahkan, divisi IT di banyak perusahaan memblokir karyawan dari mengakses perangkat-perangkat yang populer seperti Yahoo Messenger dan Friendster. “Jika dimanfaatkan dengan baik, media-media jaringan sosial online bisa membantu perusahaan menemukan tujuan terpenting dari komunikasi internal, yakni meng-engage karyawan,” ujar pimpinan bagian intranet dan portal pada Watson Wyatt Michael Rudnick.

“Perangkat-perangkat media jaringan sosial seperti itu membantu karyawan secara aktif berpartisipasi dalam menciptakan dan berbagi informasi,” tambah dia. Disarankan, jajaran pemimpin perusahaan kini perlu duduk bersama dan membahas dengan sungguh-sungguh bagaimana mereka bisa mengambil manfaat terbaik dari teknologi baru tersebut. Termasuk, kalau perlu membuat aturan-aturan yang jelas seputar penggunaan media-media di internet itu untuk tujuan-tujuan internal yang produktif.

Perlu Perencanaan

“Perusahaan perlu sebuah perencanaan untuk memperkenalkan bentuk-bentuk teknologi komunikasi baru ini pada seluruh karyawan. Membiarkan begitu saja teknologi itu menyebar di kantor tidaklah cukup dan bahkan bisa kontraproduktif,” ujar Rudnick.
Namun, Rudnick juga mengingatkan, perusahaan yang menolak begitu saja media-media baru tersebut akan kehilangan kesempatan emas untuk mengelola dan mengikat karyawan dari Generasi-X dan Milenial.

Rudnick meyakinkan bahwa terbuka terhadap kemajuan teknologi, sejauh disertai dengan perencanaan yang baik, aturan yang jelas dan pengelolaan yang rapi, akan menjadi pendekatan yang efektif untuk mendukung kesuksesan. Disebutkan, contoh yang bagus dari penggunaan media jaringan sosial untuk tujuan internal perusahaan adalah pemanfaatan teknologi Web 2.0 yang dinamis. Dalam hal ini, perusahaan bisa membuat sebuah blog dimana semua karyawan bisa berkontribusi menyumbangkan materi untuk isi.

Tags: