Perusahaan Multinasional Tantangan Besar bagi Talenta Lokal

Banyaknya perusahaan multinasional yang masuk ke Indonesia merupakan kesempatan sekaligus tantangan besar bagi talenta-talenta lokal untuk mengembangkan diri. Syaratnya, mereka harus memiliki kompetensi global untuk bersaing dengan ekspratriat.

Demikian diungkapkan oleh Quality Director pada GE Finance Saidinur Anwar dalam Indonesia Cereer Conference 2007 di Jakarta, Rabu-Kamis (13-14/6/07). Saidinur menyampaikan makalah bertajuk “Indonesia vs Expatriate Professional in Organization Growth”.

“Sangat besar tantangan local talent untuk berkembang dibandingkan ekspatriat, apalagi di perusahaan multinasional. Bukan semata karena Bahasa Inggris bukan bahasa ibu kita, tapi lebih dari itu diperlukan global competency dengan standar yang berlaku di mana-mana.”

Menurut Saidinur, untuk menghadapi tantangan tersebut, setiap profesional harus memiliki satu paket kompetensi yang merupakan kombinasi dari Personal Attributes, Business Mastery, Functional Mastery dan Change&Process Mastery.”Itulah kompetensi-kompetensi kunci untuk masuk ke dan diperhitungkan di dunia industri.”

Lebih jauh Saidinur merinci, sebelum sampai ke tingkat-tingkat mastery, seorang talent harus memiliki fondasi personal attribute yang bernilai tinggi. “Tunjukkan integritas, konsepsi diri yang positif, passion dan antusiasme atas bidang yang digeluti, dan yang tak kalah penting have fun and enjoy it.”

Cereer Conference 2007 diselenggarakan oleh Binus Career Universitas Bina Nusantara Jakarta dan dihadiri baik kalangan perguruan tinggi maupun praktisi bisnis dari berbagai kota.

Dalam kaitan dengan dunia pendidikan tersebut, Saidinur menyarankan agar sistem kurikulum lebih memperhatikan “softer” management competencies ketimbang melulu fokus pada technical skills. Misalnya, people management, problem solving dan inovasi.
Sedangkan untuk perusahaan, hemat Saidinur, perlu menerapkan pendekatan manajemen talent yang bersifat ‘one size fits all’, atau setidaknya ‘one size fits many’.

“Alasannya praktis saja, perusahaan harus efisien, memfasilitasi mobilitas karyawan dan menyelaraskan diri dengan skala-skala ekonomi.” “Kecenderungan dewasa ini, para lulusan baru di Asia lebih memprioritaskan perkembangan personal ketimbang progresi karir yang kaku,” tambah Saidinur.

Tags: