Perusahaan Lambat Mengadaptasi Eksekutif Baru

Rekrutmen, lebih-lebih untuk mencari jajaran eksekutif, merupakan salah satu kegiatan yang paling mahal dalam organisasi. Bukan hanya meminta waktu tapi tentu saja juga biaya yang besar. Tak heran, bila dengan semua itu diharapkan proses menyatukan eksekutif yang baru direkrut ke dalam aktivitas perusahaan berjalan secepat mungkin. Tapi, harapan itu sering tidak terwujud.

Yang terjadi, menurut sebuah survei baru yang dilakukan perusahaan pencari eksekutif Salveson Stetson Group di AS, hampir dua pertiga perusahaan mengaku bahwa proses menyatukan manajer dan eksekutif baru ke dalam peran baru mereka di perusahaan tidak berjalan dengan baik dan lancar.

Survei melibatkan 100 perusahaan dan menemukan bahwa hanya satu dari 10 yang merasa telah melakukan proses itu dengan sempurna. Selebihnya, seperempat merasa bahwa usaha mereka “cukup bagus”. Sisanya, hampir separo (46%) mengatakan bahwa usaha mereka rata-rata dan 17% lainnya tidak berjalan sesuai harapan.

“Setelah proses meng-hire tuntas, banyak perusahaan gagal memberikan asistensi yang cukup untuk menyatukan eksekutif baru tersebut ke dalam organisasi mereka. Hal itu berakibat pada buruknya kinerja dan kemungkinan mereka meninggalkan perusahaan lebih cepat,” ujar salah satu pendiri Salveson Stetson Group John Salveson.

Lebih khusus lagi, banyak perusahaan juga gagal menerima secara memadai eksekutif baru ke dalam budaya organisasi mereka. Menurut lapora hasil penelitian tersebut, hal itu menjadi salah satu alasan utama mengapa karyawan yang baru direkrut gagal (beradaptasi dengan perusahaan).

“Usaha menyeluruh yang mengidentifikasi nilai-nilai kultural serta memperkenalkan stakeholder internal dan unit bisnis di mana eksekutif baru berada sangat penting untuk mengurangi kesalahan potensial setelah proses hire, sebelum memasukkan mereka ke dalam tim kepemimpinan.”

Diingatkan, masalah juga muncul ketika organisasi gagal memastikan karyawan baru mengenai apa yang mereka harapkan dan jangka waktu untuk mencapai harapan itu.
“Baik pengusaha maupun karyawan baru perlu memiliki pemahaman yang sama tentang sukses seperti apa yang hendak dicapai. Buatlah garis besar rencana yang jelas untuk tahun pertama, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan yang terdefinisikan dan terukur,” saran Salveson.

Tak kalah penting juga, lanjut dia, karyawan baru harus dibantu untuk membangun hubungan dengan bawahan maupun kolega yang setingkat. “Jajaran manajemen yang baru di-hire perlu kemantapan hubungan kerja tidak hanya dengan bos mereka tapi juga dengan bawahan langsung dan yang selevel, yang akan menentukan dalam asistensi mereka untuk mencapai tujuan.”

Tags: ,