Perusahaan di Inggris Tolak “Aksi Positif” dalam Rekrutmen

Empat dari lima perusahaan di Inggris menolak “aksi positif” dalam rekrutmen seperti diamanatkan salah satu klausul utama dalam “Equality Act” yang diajukan parlemen untuk meningkatkan keberagaman di tempat kerja.
Aksi positif yang dimaksud adalah memberi prioritas dalam rekrutmen dan promosi kepada kamu minoritas yang selama ini terpinggirkan. Juga, memberi kesempatan khusus kepada perempuan untuk duduk di posisi-posisi tinggi dalam perusahaan.
Sikap kaum pengusaha tersebut terungkap lewat sebuah survei yang dilakukan oleh YouGovStone atas permintaan lembaga hukum DLA Piper sebagai respon atas kebijakan “Equality Act”.
The DLA Piper General Election Survey 2010 itu menemukan bahwa tigaperempat perusahaan menolak mengubah aturan agar memungkinkan organisasi secara “voluntary” memberikan kuota kepada perempuan di jabatan-jabatan senior.
Lebih jauh, survei menghasilkan, 86% dari 545 responden menyatakan bahwa pemerintah sebaiknya tidak menyetujui usulan parlemen mengenai komposisi perempuan dalam dewan perusahaan.
Aturan semacam itu dinilai hanya akan menyingkirkan orang-orang yang memang memiliki kemampuan. Padahal, perusahaan harus bebas memilih orang-orang terbaik yang ada untuk semua jabatan.
Partner Ketenagakerjaan pada DLA Piper London Jonathan Exten-Wright menegaskan, “Pesan yang jelas dari hasil riset ini adalah bahwa intervensi langsung dari legeslatif akan berhadapan dengan penolakan dari sebagian komunitas bisnis.”
“Responden servei ini bukannya tidak setuju dengan keterwakilan yang lebih besar yang merupakan tujuan dari kebijakan itu,” tambah Exten-Wright. Namun, tegas dia, dalam rekrutmen maupun promosi di perusahaan, metode semacam itu akan diterima sebagai ketidakadilan.

Tags: