Perusahaan dan Agen Rekrutmen Perlu Tingkatkan Kerjasama

Kendati belum dinyatakan secara “resmi” namun di banyak negara krisis dianggap sudah berakhir. Salah satu dampaknya adalah perubahan pasar ketenagakerjaan. Untuk menghadapinya, perusahaan perlu menjalin kerja sama yang lebih erat dengan agen-agen rekrutmen.

Demikian saran yang disampaikan oleh sebuah lembaga di Inggris bernama The Recruitment and Employment Confederation (REC) lewat publikasi terbaru mereka bertajuk The Gateway to Success – Recruitment 2020 White Paper.

Dikatakan bahwa agen-agen dan organisasi-organisasi yang bergerak dalam aktivitas perekrutan sebaiknya bahu-membahu untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan pasca krisis. Tantangan yang dimaksud antara lain menyusutnya talent pool dan makin luasnya kesenjangan keterampilan.

Tantangan lainnya adalah memudarnya “rute-akses” tradisional menuju profesionalitas dan beragamnya kesempatan-kesempatan kerja yang semakin tidak paralel. Staf REC yang mengerjakan laporan tersebut, Anita Holbrow mengatakan, “Ini adalah momen ketika perusahaan perlu memberdayakan rekrutmen sebagai mitra strategis yang mampu membuka akses untuk mendapatkan talent terbaik.”

Peringatan bagi segenap pimpinan HR, laporan tersebut menggarisbawahi bahwa agen-agen rekrutmen bisa menjembatani kebutuhan tersebut. Mereka dianggap mampu berhubungan dengan pihak perusahaan secara lebih baik khususnya ketika perusahaan membutuhkan karyawan dengan persyaratan khusus.

Menanggapi laporan tersebut, Direktur HR Metropolitan Police Martin Tiplady sepakat jika perusahaan perlu meningkatkan kerjasama dengan agen rekrutmen. “Menerima begitu saja nama dan CV dari supplier bukanlah hal yang baik. Agen juga harus tahu syarat-syarat yang diminta, juga budaya dan lingkungan perusahaan,” kata dia.

“Selama ini banyak agensi yang hanya bertindak sebagai broker database.Padahal perusahaan sebagai klien perlu pelayanan, bukan sekedar daftar nama-nama,” tambah dia seraya menandaskan bahwa para rekruter harus memahami perubahan persepsi orang mengenai karier dan kelangsungannya, termasuk perubahan perilaku anak muda.

Menurut Direktur HR pada STA Travel Penny Illston, teknologi telah mempermudah untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan nilai-nilai yang dicari perusahaan. “Jadi, saya pikir ini tantangan besar bagi agen-agen rekrutmen jika mereka ingin melayani pasar kita,” ujar dia seperti dikutip PersonnelToday. “Mereka harus menunjukkan tingkat pemahaman mereka terhadap kebutuhan kita dan memberi nilai pada biaya yang telah kita keluarkan untuk merekrut orang,” tambah dia.

Tags: