Perusahaan Bisa Rugi bila Karyawan Tidak Etis di Social Media

tweetiim2

Social media adalah sebuah pasar baru yang banyak dimanfaatkan marketer untuk tujuan promosi. Namun hati-hati. Apabila karyawan Anda belum paham etika dalam pergaulan di social media, tindakan promosi yang dilakukan di social media dapat berubah menjadi bumerang yang malah akan merugikan nama baik perusahaan.

Ini sebuah contoh kecil yang belum lama ini dialami Iim Fahima, CEO Virtual Consulting. Sebuah perusahaan ticket box membuat retweet (RT) palsu dengan menggunakan account @iimfahima di Twitter. Kontan hal itu membuat yang bersangkutan tersinggung.

Sebagai orang yang memahami etika pergaulan di Twitter, yang dilakukan Iim Fahima adalah langsung membantah tweet tersebut. (lihat gambar di bawah)

Dengan retweet (RT) tersebut, maka tweet palsu yang dilakukan berpotensi dibaca oleh 12.710 follower Iim Fahima. Sebagian follower yang membaca kemudian melakukan Retweet juga. Bayangkan apabila hal ini terjadi pada pengguna twitter lain yang jauh lebih banyak follower serta pengaruhnya lebih tinggi dibanding Iim Fahima.

Tentu saja melakukan RT palsu adalah tidak etis dan hal itu akan menimbulkan persepsi negatif terhadap brand. Belum lagi kenyataan bahwa tweet tidak dapat dihapus dan kemungkinan sudah ter-index oleh mesin pencari Google.

Meskipun hal ini dapat diselesaikan dengan permintaan maaf kepada pihak yang bersangkutan, namun tidak secara serta merta menghilangkan persepsi negatif yang sudah terlanjur ditimbulkan.

Ini adalah salah satu contoh di mana ketidakpahaman karyawan dalam hal etika bersosial media dapat merugikan nama perusahaan.

Orang HR sebaiknya memahami hal-hal seperti ini agar jangan sampai kesalahan kecil yang tidak disadari karyawan dapat merugikan perusahaan. Salah satunya misalnya bagian HR perlu menekankan kepada tim marketing, agar karyawan yang memegang akun social media sudah dibekali dengan ilmu mengenai social media dengan segala fungsinya agar tidak salah menggunakan fungsi tersebut.

Baca juga:

Membangun Kesantunan di Social Media

Tags: