Pertumbuhan Ekonomi 5% pada 2010, Pengangguran Sulit Ditekan

Pidato nota keuangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Khusus berkaitan dengan dunia ketenagakerjaan, target pertumbuhan ekonomi pada RAPBN 2010 yang hanya sebesar 5% dinilai belum cukup untuk menekan tingkat pengangguran.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa di Jakarta, Selasa (4/8/2009) kepada detikcom. “Anggaran belanja dan stimulus yang masih kurang untuk peningkatan infrastruktur akan menambah jumlah pengangguran. Pertumbuhan ekonomi juga hanya 5% dan ini belum mencukupi untuk mengurangi jumlah pengangguran,” ujar dia.

Presiden SBY menyampaikan pidato nota keuangan di DPR, Senin (3/8/2009). Dalam pidatonya antara lain dikatakan bahwa pertambahan jumlah pengangguran di Indonesia selama masa krisis hanya sebesar 60.000 orang atau jauh dari perkiraan sebesar 1,5 juta.

Erwin meminta pemerintah untuk melihat kembali, apakah jumlah tersebut benar. Yang jelas, Erwin memprediksi, untuk saat ini jumlah pengangguran belum bisa dikurangi. Jumlah tersebut akan meningkat karena banyaknya perusahaan yang memberhentikan karyawannya, dan tidak membuka lowongan untuk karyawan baru.

Selain itu, banyak proyek baru yang tertunda sehingga tidak memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Erwin menambahkan, untuk mengatasi masalah pengangguran ini diperlukan stimulus berupa anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang dinilai paling banyak menyerap tenaga kerja.

Tags: