Personal Branding Karyawan Untungkan Perusahaan

Masih banyak persepsi di kalangan pemimpin perusahaan bahwa personal branding hanyalah sesuatu yang bersifat pribadi. Bahkan, ada kekhawatiran, jika karyawan memiliki personal brand yang bagus hanya akan diambil oleh perusahaan lain.

“Ada perusahaan yang tak izinkan karyawannya ikut seminar personal branding. Katanya, nanti kalau mereka pinter malah akan diambil orang,” ujar Direktur Etnomark Consulting Amalia E Maulana dalam Seminar “Strong I-Brand: Tingkatkan Citra Diri” di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut konsultan brand dan ahli etnografi itu, personal brand yang dilakukan oleh individu-individu karyawan justru pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

“Memang, personal branding itu bersifat pribadi, tapi pribadi seorang karyawan adalah bagian dari organisasi, sehingga akan mendorong terjadi multiply branding di tingkat organisasi,” jelas staf pengajar pada Binus Business School, IPMI dan LSPR itu.

Lebih jauh Amalia memberikan ilustrasi mengenai pentingnya personal branding karyawan bagi perusahaan. “Orang-orang yang menangani brand kan juga hanya punya brand (personal) yang bagus. Jangan sampai misalnya karyawan lapangan curhat kepada kliennya tentang organisasi,” papar dia.

Amalia mengingatkan, personal branding memiliki aliansi dengan brand corporate. Oleh karenanya diperlukan karyawan yang bisa bicara baik mengenai perusahaan.

“Itulah sebabnya setiap komponen dalam perusahaan harus dibina brand-nya, termasuk karyawan,” tegas dia seraya mencontohkan hubungan antara rumah sakit dan dokter yang bekerja di dalamnya yang harus sama-sama punya brand yang bagus.

“Jika sebuah perusahaan merupakan kumpulan karyawan yang memiliki personal brand yang bagus, maka ketika ada yang pergi akan ada yang menggantikannya dengan brand yang sama bagusnya,” tambah dia.

Tags: