Persaingan Bisa Merusak Semangat Tim

Persangain selalu muncul dan kental mewarnai kehidupan di setiap tempat kerja. Dalam sebuah survei yang dilakukan di Inggris, satu dari tiga karyawan mengaku sehari-hari bekerja dengan teman sekantor yang sangat atau cukup kompetitif.

Survei dilakukan oleh Investors in People dan YouGov, dan melibatkan 1.986 karyawan. Ditemukan, hampir separo (45%) dari mereka percaya bahwa persaingan bisa merusak semangat tim.

Selebihnya, satu dari lima orang melihat bahwa persaingan merupakan faktor yang bisa memberikan dampak positif.

Ketika ditanya sebab-sebab munculnya persaingan di tempat kerja, lebih dari sepertiga menunjuk atasan sebagai sumbernya. Mereka percaya, para manajer membuat satu karyawan dengan yang lain saling berhadapan dalam semangat persaingan.

Lebih jauh, survei menemukan bahwa karyawan pria lebih cenderung melihat kompetisi di tempat kerja sebagai sesuatu yang positif. Di samping itu, karyawan pria juga lebih percaya bahwa mereka perlu bersaing untuk kemajuan karir mereka.

Menurut CEO Investors in People Simon Jones, ambisi karyawan bisa memberikan pengaruh yang positif di tempat kerja, menggerakkan baik pengembangan personal maupun kinerja bisnis.

Namun, Jones mengingatkan, ada semacam tarik-menarik antara personal progress yang mendorong bisnis dan persaingan ketat yang merusak bisnis.

“Jika tak terkendali, kompetisi antarkaryawan bisa memecah belah, merusak semangat tim dan menimbulkan budaya saling curiga,” simpul Jones.

Tags: