Perputaran CEO Berjalan Lambat

Angka kepergian para CEO dari 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS) turun pada catur wulan pertama 2006 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan angka tersebut membalikkan tren peningkatan yang telah terjadi dalam kurun lima tahun terakhir.

Gambaran dari studi tahunan tentang CEO Departures yang dilakukan oleh firma public relations Weber Shandwick memperlihatkan tanda-tanda perubahan yang dramatik dari pertumbuhan angka kepergian CEO yang telah terjadi sejak 2000. Di samping itu, hasil studi tahun ini juga menjadi tanda akan kepercayaan diri yang lebih besar pada kalangan CEO, sementara “pergolakan” di tubuh level senior dalam bisnis AS mengecil.

Pada catur wulan pertama 2006, hanya 49 CEO dari 500 perusahaan terbesar (dalam ukuran pendapatan dan produksi) di AS yang meninggalkan jabatannya. Angka tersebut merupakan penurunan 16% dari periode yang sama tahun lalu, yakni 58 CEO. Angka kepergian tertinggi terjadi pada 2000 ketika satu dari lima CEO dari 200 perusahaan terbesar di AS meninggalkan atau kehilangan jabatan mereka.

Sebuah studi global tentang pergantian CEO sebelumnya secara terpisah dilakukan oleh Booze Allen Hamilton dan dipublikasikan awal 2006. Sekitar 15% CEO dari 2500 perusaahaan publik terbesar di seluruh dunia meninggalkan jabatannya pada 2005. Angka tersebut merupakan peningkatan 4,1% dari tahun sebelumnya.

Sementara

Tren lain yang muncul dari laporan Weber Shandwick adalah kecenderungan yang meningkat pada perusahaan-perusahaan untuk mengangkat CEO Sementara. Dari berbagai pengumuman CEO baru tahun ini, hampir satu dari 9 (atau 9 dari 49) merupakan kesepakatan sementara. Sebagai bandingan, sepanjang 2005 tercatat hanya 9 CEO baru yang diumumkan berstatus sementara, dan hanya dua pada 2004.

Pada sisi lain, hanya ada sedikit tanda yang menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan mencari suntikan bakat baru ketika mereka mengakat CEO baru. Pada catur wulan pertama 2005 dan 2006, eksekutif dari dalam (yang telah bekerja di perusahaan selama tiga tahun atau lebih) menyingkirkan eksekutif dari luar dalam pemilihan CEO baru.

“Pintu berputar di sudut kantor perusahaan-perusahaan besar di AS tampaknya bergerak lambat. Peraturan yang sangat ketat mungkin pada akhirnya memberi efek yang memperlambat perputaran CEO,” kata kepala bagian strategi reputasi Weber Shandwick, Dr Leslie Gaines-Ross seperti dilaporkan Management-issues.

“Stabilitas CEO hanya akan menjadi berita bagus jika kepergian CEO cenderung menambah kepedulian customer, ketidakpastian karyawan, kegelisahan investor dan kelumpuhan perusahaan.”

“Bagaimana pun, berita bagus tentang turunnya angka kepergian CEO diiringi peringatan bahwa perusahaan Amerika masih dihadapkan pada minimnya CEO yang berumur panjang. Peningkatan CEO Sementara pada 2006 menggarisbawai tantangan penting bagi dewan perusahaan,” tambah Dr Gaines-Ross.

Tags: