Permintaan untuk Posisi Eksekutif Turun pada 2009

Tren permintaan perusahaan untuk mengisi posisi-posisi eksekutif akan menurun pada 2009. Penyebabnya sudah barang tentu krisis global yang berdampak pada perlambatan ekonomi. Sedangkan Pemilu tidak berpengaruh secara langsung terhadap rekrutmen eksekutif. Demikian benang merah yang bisa ditarik dari perbincangan PortalHR.com dengan Executive Consultant pada PT JAC Indonesia Shashi G Mulani mengenai Trend Executive Position 2009 di Jakarta.

“Terutama di bidang perbankan, demand terhadap eksekutif akan turun, di consumer good masih jalan dan di komunikasi serta oil&gas normal,” papar dia. Menurut Shashi, perusahaan akan sangat perhitungan dalam hal ini. Pertimbangan utamanya adalah urgensi. “Kebutuhannya mendesak apa tidak, kalau tidak mereka akan mencoba cari dari dalam, yang sudah ada,” terang dia.

Sementara, tambah dia, persediaan di pasar justru meningkat. “Banyak orang yang mencari kerja,” kata dia seraya menggambarkan, sebagai konsultan penempatan eksekutif, kini pihaknya bisa menerima 6 hingga 7 buah CV per hari. “Biasanya tiga CV,” ungkap Shashi. Sehari-hari, Shashi mempertemukan kebutuhan perusahaan akan seorang eksekutif dengan persediaan yang ada di pasar. Batasan “eksekutif” adalah mereka yang duduk di kursi manajer ke atas, dengan penghasilan di atas 15 juta per bulan.

“Biasanya Januari itu banjir permintaan, tapi tahun ini sepi, tapi Maret mulai bangkit meskipun turun dibandingkan tahun sebelumnya,” papar dia. Bagaimana dengan pemilu yang akan digelar dalam waktu dekat ini? “Secara langsung sih tidak berpengaruh, tapi nanti setelah pemilu, akan banyak perusahaan yang kebanjiran order sehingga menjadi kaya, akan melakukan rekrutmen untuk pengembangan usaha,” Shashi memperkirakan.

Shashi juga melihat, dalam kondisi sulit, perusahaan juga cenderung sangat “pilih-pilih” dalam mencari eksekutif. “Mereka inginnya lebih spesifik, terutama tentu yang memiliki kemampuan untuk membantu menyelamatkan perusahaan agar bisa bertahan,” terang dia. Selain itu, ada kecenderungan perusahaan kini mencari eksekutif yang berusia lebih muda. “Tahun lalu, kalau mau cari direktur utama, mintanya yang berusia sekitar 50 hingga 55 tahun. Tapi, tahun ini yang diminta makin muda,” ujar Shashi

Tags: