Perlu Disiapkan Kepemimpinan yang Sesuai untuk Mobile Worker

Mobile worker telah menjadi fenomena yang terus membesar. Diprediksikan, pada 2009 nanti jumlah mereka akan mencapai seperempat dari kaum pekerja di seluruh dunia. Untuk itu, dari sekarang perusahaan memerlukan kepemimpinan yang mampu mengindentifikasi tipe-tipe personalitas mereka berikut pengaruh-pengaruh budaya dan teknik-teknik manajemen agar sukses.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Cisco menyimpulkan bahwa dunia bisnis terancam bahaya jika tidak mampu mengambil keuntungan dari keberadaan kaum mobile worker. Bisnis harus mengantisipasinya dengan rekrutmen yang benar dan jangan sampai salah manajemen, serta gagal menyediakan sumber-sumber komunikasi yang memadai bagi mereka.

“Seiring dengan terus bertumbuhnya fenomena mobile working, organisasi perlu memastikan diri telah memiliki kepemimpinan yang sesuai untuk mengelola tim yang berisi para mobile worker,” ujar ahli psikologi-kepegawaian Stuart Duff yang juga menuliskan laporan penelitian tersebut.

“Para manajer jangan sampai salah memperlakukan mobile worker dengan cara yang sama ketika mengelola karyawan berbasis kantor. Diperlukan komunikator-komunikator dan pembangun-pembangun hubungan yang efektif dengan gaya manajemen yang adaptif,” tambah dia.

Diingatkan, organisasi perlu memastikan bahwa perangkat dan sumber-sumber daya juga telah disesuaikan, sehingga memberi konektivitas yang sama antara mobile worker dengan karyawan berbasis kantor.

Di samping itu juga perlu dipahami bahwa para mobile worker merupakan orang-orang yang memiliki motivasi diri yang tinggi, ulet, terbuka dan independen. Sehingga, dalam proses perekrutan, organisasi harus memberikan tes yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut.

Laporan bertajuk “Understanding and Managing the Mobile Workforce” tersebut mengidentifikasi adanya 5 profil personalitas mobile worker. Masing-masing Stimulation Seeker (terbuka dan termotivasi oleh kontak dengan orang lain), Tough Survivor (emosi stabil, kuat di bawah tekanan), Curious Explorer (kreatif, terbuka pada ide-ide baru dan menikmati pengalaman-pengalaman yang berbeda), Independent Decision-Maker (mampu menjaga mindset yang bebas dan lebih suka kalau dipercaya untuk bekerja tanpa pengawasan), dan Disciplined Achiever (teliti dan self-motivated).

Untuk mengelola orang-orang seperti itu dengan sukses, para manajer harus mempercayai tim mobile mereka untuk me-manage beban kerja mereka sendiri. Dan, lebih penting lagi, manajer sebaiknya lebih memperhatikan apa yang mereka hasilkan ketimbang aktivitasnya.

“Studi ini menyoroti perlunya bisnis untuk memperhatikan sejumlah isu agar karyawan” Cisco, Clive Sawkins.

“Penting untuk memastikan para mobile worker itu dilengkapi dengan teknologi komunikasi yang memadai untuk mengurangi perasaan terasing. Seiring dengan itu, organisasi juga harus fokus pada pengembangan skill para manajer, memilih kandidat yang tepat dan menyediakan sumber-sumber daya yang sesuai dan mendorong terciptanya mobile workforce yang sukses.”

Tags: