Peringati Hari K3 dengan Slogan I Wanna Get Home Safely

iwannagethomesafely-news

SALAH satu kegiatan program I Wanna Get Home Safely yang digagas oleh Adira Insurance adalah menyosialisasikan pentingnya perubahan perilaku berkendara di jalan raya. Bertempat di gedung PT Thiess Contractors Indonesia (TCI) Adira menggelar diskusi yang dihadiri 80 peserta yang merupakan karyawan TCI. Hadir sebagai pembicara Danny Wangsahardja, Associate Partner Dunamis dan Ernita Sari, CSR & Corporate Communication Adira Insurance.

Menurut Danny, bagaimana cara pandang dalam berkendara akan mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku pula di jalan raya. “Jadi, bila saat berkendara kita berpandangan dan bertujuan untuk keselamatan maka saat berkendara kita-pun akan selalu memikirkan tentang keselamatan, berhati-hati saat berada di jalan dan hasil akhir yang kita peroleh pun, selamat hingga sampai tujuan. What you see is what you do and that’s what you get,”ujarnya.

Sementara itu Ernita Sari mengingatkan dengan data kecelakaan di jalan raya merupakan penyebab kematian ke-3 terbesar di Indonesia setelah penyakit jantung dan stroke. “Data yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya kecelakaan 90% dikarenakan oleh kelalaian manusia. Dan kinerja Indonesia mengenai keselamatan di jalan merupakan yang terburuk di Asean,” tutur Ernita.

Danny menambahkan fakta bahwa penyebab kecelakaan adalah faktor manusia merupakan hal menarik karena ini berarti kita bisa mempengaruhi orang untuk merubah perilakunya di jalan sehingga memperkecil kecelakaan. “Salah satu faktor penting untuk mengubah perilaku di jalan adalah ditetapkannya ‘end in mind’ dalam diri setiap pengendara bahwa tujuan dari perjalanan tersebut adalah pulang ke rumah dengan selamat,” imbuhnya.

Mengingat banyaknya stimulus yang dihadapi saat di jalan maka satu hal penting yang juga perlu diingat para pengendara adalah diperlukan proaktifitas sehingga kita dapat menentukan reaksi yang tepat saat ada stimulus yang harus dihadapi di jalan. “Untuk itu perlu ditanamkan sikap PMA yaitu Positive Mental Attitude yang akan mendorong kita untuk selalu bersikap positif,” terang Danny.

Sebagai penutup acara, kepada seluruh peserta dibagikan gelang pengingat keselamatan, dengan sign bila kita menaati peraturan berlalu lintas digunakan di sebelah kanan sementara bila kita melakukan perilaku yang melanggar maka digunakan di sebelah kiri. Beberapa peserta memberikan feedback positif yang menyebutkan bahwa dengan adanya pengingat maka saat akan mengebut akan teringat untuk menjaga keselamatan dan dampak yang mungkin ditimbulkan pada keluarga dan orang-orang dicintai.

“Dukungan dari rekan-rekan atau peers dan keluarga juga akan mendorong perilaku positif saat berada di jalan. Tidak perlu menunggu orang lain atau sistem yang diubah, namun upaya menjaga keselamatan di jalan bisa dimulai dari diri sendiri,” kata Danny mengingatkan. (*)

Tags: