Perilaku Baik Tak Cukup, Kini Karyawan Juga Harus Pandai

Banyak perusahaan besar di masa lalu menerapkan standar perilaku yang baik dalam merekrut karyawan. Namun, seiring dengan perubahan zaman yang secara dominan ditandai dengan kemajuan dan perluasan dalam penggunaan teknologi, kebutuhan akan karyawan yang pandai menjadi paradigma baru.

Hal itulah yang antara lain dirasakan oleh CEO Kelompok Kompas Gramedia (KKG) Agung Adiprasetyo yang berhasil menggenjot Kompas.com menjadi media online yang mampu bersaing dengan dotcom lainnya, dan bukan lagi hanya sekedar pendukung media cetaknya, yakni Harian Kompas.

Menurut Agung, seperti terungkap dalam wawancara dengan Hermawan Kartajaya di Majalah Business Week beberapa waktu lalu, selain kini teknologinya memungkinkan, kunci keberhasilan Kompas.com menjadi media yang agresif terletak dari perubahan paradigma dalam merekrut karyawan.

“Melihat kondisi saat ini, kami harus semakin kompetitif. Dulu dalam merekrut karyawan kami berpikiran yang penting perilakunya baik. Kalau pun kurang pandai mereka bisa belajar. Sekarang, perilaku baik saja tidak cukup. Mereka juga harus pandai,” papar dia.
Lebih jauh Agung mengungkapkan, bagi gu

ru sebesar KKG yang biasanya kurang gesit dan konvensional, persoalan terbesar dalam menyesuaikan diri dengan perubahan adalah mengubah paradigma. “Kami harus meyakinkan diri sendiri bahwa kami memang harus berubah,” tegas dia.

Dalam pengamatan Agung, kini dalam industri media telah terjadi fragmentasi. Pembaca tak bisa lagi disamarakan, dan mereka terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok kecil di mana masing-masing ingin dihargai sebagai komunitas. Akibatnya, kini perusahaan media harus mampu bertahan dalam tiras kecil.

Pada sisi lain, pemain-pemain baru industri media memiliki platform yang berbeda dengan pemain lama. “Karena konsumen dan kompetitor sudah berubah, kami juga harus berubah,” ujar dia. Dan, perubahan tersebut mau tak mau juga harus mencakup sisi manajemen SDM. Sayangnya, dalam pengalaman Agung memimpin KKG selama ini, pasokan sumber daya manusia yang baik sekaligus pintar di Indonesia masih kurang. “Ini tantangan terberat,” kata dia.

Tags: