Perhatian pada Anak Tetap Prioritas Utama Karyawan

Kaum pekerja memiliki kepedulian pada tanggung jawab mereka terhadap rekan kerja, relasi dan teman sebagaimana perhatian pada anak-anak mereka.
Chartered Institute for Personnel and Development (CIPD) di Inggris meneliti 2000 karyawan dan menemukan bahwa sepertiga karyawan mengaku peduli pada tanggung jawab mereka dengan komposisi: 20% menganggap anak-anak mereka sebagai tanggung jawab terbesar. Menyusul kemudian relasi kerja (12%).
Lebih jauh survei menemukan, 6% karyawan menyebut "rekan sekantor" sebagai tanggung jawab terbesar, dan 2% menyebut "teman".
Menariknya, survei juga mengungkapkan bahwa jenis kelamin ikut menentukan besarnya kepedulian. Ditemukan, 36% perempuan mengaku peduli pada tanggung jawab sedangkan pada pihak pria hanya 33%.
Penasihat Senior Bidang Kebijakan Publik pada CIPD Ben Willmott mengatakan, "Survei tersebut menunjukkan tantangan-tantangan yang harus dihadapi sejumlah karyawan adalah dalam hal mengelola apa yang perlu mereka beri perhatian lebih dari yang lain dalam hal tanggung jawab."
Menurut Willmott, proporsi orang yang berusaha menyeimbangkan dunia kerja dengan kepedulian pada teman, keluarga atau pun relasi meningkat. Hal itu terjadi seiring dengan meningkatnya harapan hidup dan keinginan untuk bekerja lebih lama sebelum pensiun.
"Bagi pimpinan perusahaan, maknanya adalah agar lebih mengakomodasi tuntutan fleksibilitas kerja untuk merekrut dan meretensi keberagaman karyawan," kata dia.
Willmott mengingatkan, perusahaan yang tidak menyediakan pilihan-pilihan pada kerja yang fleksibel terutama bagi para ibu, berisiko kehilangan karyawan yang bernilai.
"Karyawan yang tengah memiliki perhatian lain pada tanggung jawab tertentu, seperti karyawan yang berusia tua atau mereka yang orangtuanya sakit, punya tuntutan lebih tinggi akan keseimbangan kantor dan rumah. Demikian juga dengan ibu-ibu yang tengah membesarkan anak," ujar dia.