Perhatian Eksekutif Perusahaan terhadap Isu-isu “Lunak” Meningkat

Sampai sekarang, isu-isu seperti budaya perusahaan, penyelamatan lingkungan dan manajemen pengetahuan secara umum masih dianggap sebagai “sampingan” dalam bisnis. Namun, dewasa ini isu-isu “lunak” tersebut makin mengeras sebagai bahan pemikiran kalangan eksekutif.

Sebuah survei baru atas 1200 orang eksekutif internasional yang dilakukan oleh lembaga konsultasi manajemen Bain & Company di London menemukan, 9 dari 10 percaya bahwa budaya perusahaan sama pentingnya dengan strategi sukses bisnis.

Masalah lingkungan juga naik peringkat dalam agenda perusahaan, dengan 7 dari 10 eksekutif yang disurvei mengatakan, produk-produk dan praktik-praktik yang ramah lingkungan adalah bagian penting dari misi mereka.

“Para eksekutif secara aktif memperlihatkan permintaan kebutuhan yang lebih tinggi, mengubah aturan main dan perangkat manajemen,” kata Partner Senior pada Bain & Company Darrell Rigby yang juga penulis studi tentang Management Tools & Trends 2007 tersebut.

“Budaya organisasi dan berbagai hal yang dianggap isu-isu lunak lainnya kini menempati peringkat tertinggi dalam pemikiran. Jajaran eksekutif jelas sedang mencari celah untuk memangkas biaya sukses,” tambah dia.

Menggarisbawahi pergeseran perhatian kalangan eksekutif tersebut, studi yang sama juga mencatat merosotnya secara tajam popularitas outsourcing dan offshoring sebagai perangkat bisnis.

Dibandingkan dengan laporan pada 2005, outsourcing kini turun dari 3 ke 7 dalam peringkat penggunaan, sementara offshoring ajlok dari 7 ke 16 dalam peringkat kepuasan. Offshoring saat ini juga meroket 6 urutan lebih tinggi dalam daftar “perangkat manajemen yang telah ditinggalkan oleh perusahaan”.

Kendati demikian, pada sisi lain, globalisasi tetap menyisakan harapan lain pula pada perusahaan tertentu. Seperti tampak dari hasil survei, 4 dari 10 eksekutif masih mengandalkan akuisisi lintas-negara sebagai strategi penting untuk mencapai pertumbuhan dalam lima tahun ke depan.

Dan, lebih dari separo (53%) percaya bahwa bekerja sama dengan China dan India akan menjadi vital untuk mencapai sukses. Bahkan, dua pertiga mengatakan, inovasi bisa terdorong secara dramatik bila berkolaborasi dengan “pihak luar, bahkan para pesaing.”
“Dalam evaluasi survei Management Tools & Trends 2007, kami sangat sadar bahwa perilaku-perilaku manajemen sering berubah lebih cepat dibandingkan hasil-hasil yang diberikan,” ujar Kepala Bain & Company Paul Rogers.

“Riset Bain memperlihatkan, misalnya, ketika budaya perusahaan lebih diperhatikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, hampir 10 persen perusahaan dewasa ini sukses dalam membangun budaya-budaya kinerja-tinggi,” tambah dia.

Tags: