Peran HR Semakin Dihargai

Talent management telah menjadi isu di tingkat CEO, dan bukan sekedar “kerjaan orang HR”. Semakin banyak CEO dan anggota dewan perusahaan lainnya yang memperhatikan masalah-masalah rekrutmen, retensi dan mengikat talent sebagai tantangan terbesar bisnis yang mereka hadapi saat ini. HR pun makin dihargai.
Demikian benang merah hasil studi Vurv Technology, perusahaan global penyedia teknologi HR, bekerja sama dengan lembaga think tank, pendidikan dan asosiasi profesional Human Capital Institute di AS. Studi bertajuk “The Role of HR in the Age of Talent” yang melibatkan hampir 800 profesional HR dan non-HR tersebut menemukan, HR semakin dilihat oleh dewan perusahaan sebagai bagian penting dan strategis dari keseluruhan kinerja bisnis.
Lebih jauh, studi tersebut menguji, ketika talent management telah menjadi isu perusahaan, apakah HR mampu menaikkan reputasinya dan mendapatkan respek serta tanggung jawab yang sama dengan fungsi-fungsi bisnis yang penting lainnya. Dan, menurut responden, HR telah memberikan hasil. Sebanyak 66% mengatakan bahwa HR telah dihargai atau sangat dihargai, dan secara berkala atau sering dimintai pendapatnya mengenai strategi perusahaan.
Survei juga menyoroti soal penggunaan teknologi-teknologi dalam talent management. Recruitment, Performance Management dan Learning Systems merupakan tiga teknologi HR utama yang paling diprioritaskan. Sementara, Succession Planning dan Performance Management adalah dua aplikasi yang disebut-sebut akan diimplementasikan berikutnya. Responden juga mengakui, sedikit-banyak mengambil manfaat dari teknologi web 2.0 seperti situs-situs jaringan sosial, blog dan wiki.
“Kami gembira melihat organisasi semakin memanfaatkan teknologi-teknologi talent management, dan berencana untuk mengimplementasikan lebih banyak lagi pada tahun-tahun mendatang untuk menjawab tantangan-tantangan yang mereka hadapi,” ujar VP HR pada Vurv Sam Hanson.
“Profesi HR perlu meredifinisi peran HR sebagai upaya untuk memberikan langkah-langkah yang dibutuhkan organisasi guna menghadapi kompleksitas dalam membangun dan menjaga lingkungan kerja yang mampu menjawab tantangan,” tambah dia.
Menurut laporan penelitian tersebut, lambat tapi pasti profesi HR sedang bertransformasi. Para pemimpin mulai dan semakin menyadari bahwa HR tidak akan bisa mengembangkan talent management jika masih dibebani dengan pekerjaan administratif sehari-hari. Dikatakan, di zaman talent sekarang ini, HR harus dikelola dengan keahlian yang benar.

“Laporan hasil penelitian ’The Role of HR in the Age of Talent’ memperlihatkan bahwa organisasi yang sukses adalah yang menempatkan talent management sebagai prioritas bagi setiap pemimpin, manajer dan supervisor,” ujar Direktur Eksekutif Human Capital Institute Allen Schweyer.
“Di era ketika talent langka serta retensi dan mengikat karyawan merupakan tantangan besar, senang melihat kaum eksekutif perusahaan semakin menghargai (peran) HR dan teknologi talent management untuk mendukung inisiatif-inisiatif penting dalam bisnis.”

Tags: