Perampingan SDM Akan Jadi Tren?

Raksasa Teknologi Informasi IBM berencana merampingkan jumlah karyawannya secara global, dari 399 ribu orang menjadi 100 ribu. Ini merupakan bagian dari program transformasi HR yang dijadwalkan selesai pada 2017.
Head of Human Capital Management IBM Tim Ringo menegaskan akan mempekerjakan kembali karyawan yang di-PHK tersebut secara kontrak untuk proyek-proyek khusus. Dan jika perlu, pihaknya akan menerapkan sistem yang dikenal sebagai "crowd sourcing".
"Tidak akan ada lagi biaya-biaya pengembangan serta dana pensiun dan perawatan kesehatan dan ini penghematan yang luar biasa," kata dia.
Ringo menekankan bahwa perusahaan hanya melakukan transformasi, dan bukannya memangkas 299 ribu orang. Mereka akan dipekerjakan kembali sebagai karyawan kontrak.
Mengenai "crowd sourcing" dia mengatakan, "Saya pikir ini penting, di mana perusahaan Anda akan tetap memiliki sejumlah karyawan tapi sebagian besar dari mereka dipekerjakan secara kontrak."
Direktur lembaga konsultan SDM Burnt Oak Robert Morgan menganalisis, perusahaan-perusahaan besar bidang perminyakan, manufaktur, IT dan industri-industri layanan-jasa kini memang mulai mempertimbangkan untuk merampingkan jumlah karyawan tetap mereka, dan menggantikannya dengan karyawan kontrak.
Dikatakan, tren tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan yang berbasis pemiliki di Amerika. Mereka mencoba meningkatkan rasio pendapatan per karyawan yang bisa mereka hasilkan.
"Jika Anda mampu mendorong karyawan untuk meningkatkan rasio itu, maka para analis akan mengatakan kepada para investor untuk membeli saham perusahaan Anda," papar Morgan.
Dia menambahkan contoh, industri di Inggris sekarang harus berkompetisi melawan negara-negara berbiaya rendah seperti China. Tidak hanya itu, kompetisi juga terjadi pada bentuk-bentuk teknologi baru. "Hal terakhir yang diincar organisasi (agar kompetitif) adalah (memangkas biaya-biaya) SDM," simpul dia.
Namun, Morgan mengingatkan, transformasi HR model IBM, jika nantinya ditiru perusahaan lain, potensial mendatangkangkan masalah. Dalam situasi yang tidak pasti, moral karyawan akan turun, dan retensi menjadi isu besar.
Associate Director pada Work Foundation Ian Brinkley menyarankan, "Penting bagi perusahaan untuk tidak hanya melihat pada penghematan biaya jika mereka akan meniru model IBM. Mereka juga harus siap dengan investasi manajemen waktu untuk menangani hubungan-hubungan dan jaringan-jaringan kerja, berikut aplikasi-aplikasi jangka panjang dari itu semua."