Penyerapan Tenaga Kerja 2009 Capai 2,32 Juta Orang

Awal tahun baru, saatnya melakukan evaluasi. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun yang baru saja ditinggalkan, yang ditargetkan mencapai 4,3% – 4,4% telah menyerap 2,32 juta tenaga kerja. Dengan begitu, tingkat pengangguran terbuka pun berkurang.
Demikian paparan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa dalam Konferensi Pers Evaluasi Kinerja Ekonomi 2009 dan Prospek 2010 kantornya, Graha Sawala, Jakarta, Senin (4/1/2010).
"Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4,3% pada 2009, telah terserap 2,32 juta tenaga kerja, sehingga pengangguran terbuka tahun 2008 sebesar 8,3% berkurang menjadi 7,87% pada 2009," ujar Hatta.
Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, pemerintah melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mentargetkan bisa menekan jumlah pengangguran menjadi hanya 6% pada 2010, dari angka 8,3 % sebelumnya.
Menurut Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, untuk menekan angka penggangguran tersebut, pihaknya akan menaikkan anggaran pengurangan pengangguran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 sekitar 25-50%.
Selain itu akan dilakukan juga penambahan jumlah penempatan tenaga kerja di luar negeri sekitar 5 juta orang.
Data per Agustus 2009, angka pengangguran di Indonesia mencapai 8,96 juta orang atau 7,87% jumlah angkata kerja. Angka itu merupakan penurunan dari Februari 2009 yang sebanyak 9,26 juta orang (8,14%). Jumlah angkatan kerja adalah 113,83 juta orang, atau bertambah 90 ribu orang dibanding data Februari 2009.
Sementara, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja 104,87 juta orang dengan komposisi: buruh/karyawan 29,11 juta orang (27,76%), berusaha dibantu buruh tidak tetap 21,93 juta orang (20,91%), dan berusaha sendiri 21,05 juta orang (20,07%).
Berdasarkan jumlah jam kerja, sebanyak 73,30 juta orang (69,90%) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1,31 juta orang (1,25%).
Pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap tinggi, yaitu sekitar 55,21 juta orang (52,65%), sedangkan pekerja dengan pendidikan diploma hanya sebesar 2,79 juta orang (2,66%), dan pekerja dengan pendidikan sarjana 4,66 juta orang (4,44%).

Tags: