Penting, Pertahankan Talent di Masa Sulit

Dalam kondisi ekonomi dan bisnis global yang mengalami krisis akibat kenaikan harga BBM dunia sekarang ini, banyak perusahaan yang mengambil langkah tak populer misalnya memangkas jumlah karyawan. Namun, para manajer di AS justru melakukan hal yang sebaliknya. Mereka justru bekerja lebih keras untuk mempertahankan jajaran staf terbaik yang dimiliki perusahaan.
Caranya? Dengan memberikan aneka bonus dan mengirim karyawan-karyawan uatama ke berbagai pelatihan.
Menurut survei yang dilakukan atas lebih dari 530 profesional HR dan bidang lainnya oleh lembaga rekrutmen Personnel Decisions International (PDI), hampir sepertiga manajer menempatkan "meningkatkan pengembangan karyawan utama" sebagai puncak strategi mereka dalam usaha meretensi <I>top talent</I>, disusul kemudian "gaji dan benefit yang kompetitif".
"Barangkali tak terbayangkan bahwa organisai lebih <I>concern</I> dengan usaha retensi karyawan utama ketika ekonomi sedang sulit. Tapi, justru pada saat kondisi sedang krisis, para pemimpin perusahaan menyadari bahwa talent terbaik dan paling cemerlang bisa memberi organisasi keuntungan kompetitif," jelas VP Senior PDI Tommy Daniel.
"Sayangnya, dengan sumber daya yang terbatas, banyak karyawan yang kelebihan beban kerja dan mengkhawatirkan masa depan sehingga mencari kesempatan kerja di perusahaan lain. Itulah sebabnya, kenapa fokus pada perangkat retensi yang benar menjadi lebih penting dibandingkan dengan pada masa-masa normal," tambah dia.
Untuk itu, akan sangat membantu jika perusahaan memberi pelatihan tambahan kepada para manajer mengenai perangkat retensi yang benar tersebut.