Pengusaha Khawatirkan Mobilitas Global

Kaum pengusaha di berbagai belahan dunia semakin khawatir talent-talent terbaik yang mereka miliki akan pindah ke tempat lain yang jauh, bahkan ke luar negeri, untuk meningkatkan karier mereka. Demikian menurut hasil dua buah survei berskala global.
Lembaga pelayanan ketenagakerjaan Manpower di Amerika menyatakan, mobilitas global telah menjadi bagian tak terpisahkan dari para tenaga kerja profesional, dengan hampir 4 dari 10 (37%) mengatakan berniat pindah ke mana saja untuk karier yang lebih baik.
Lebih jauh ditemukan, hampir 8 dari 10 (78%) karyawan yang disurvei mengaku akan mempertimbangkan untuk pindah dalam lingkup negara mereka sendiri maupun ke luar negeri sejauh itu memberikan peningkatan dalam pendapatan. Sementara, 4 dari 10 berniat untuk pindah selamanya.
Survei tersebut melibatkan 31 ribu orang karyawan di 27 pasar tenaga kerja global, dan menemukan relevansinya dengan survei lain dari lembaga yang sama, tentang mobilitas tenaga kerja.
Survei yang kedua tersebut dilakukan atas 28 ribu orang pengusaha di berbagai negara dan menemukan, hampir sepertiga (31%) mengaku peduli khawatir dengan isu perpindahan talent, tidak hanya ke kompetitor dalam negeri tapi juga luar negeri.
Menurut analisis Manpower, kekhawatiran kaum pengusaha tersebut beralasan. Survei memperlihatkan, semakin berpendidikan seorang pekerja, maka akan semakin tinggi hasratnya untuk berpindah-pindah. hampir dua pertiga (62%) dari karyawan berpendidikan tinggi tersebut berniat untuk pindah, dan 3 dari 10 (28%) bahkan telah melakukannya.
Dari segi udia, responden di bawah 30 tahun lebih menerima ide pindah kerja tersebut dibandingkan dengan karyawan yang lebih tua. Gaji yang lebih tinggi dan kesempatan karir yang lebih baik merupakan dua alasan utama yang mendorong orang pindah kerja ke luar negeri.
Di samping itu, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman budaya yang berbeda dan belajar bahasa asing juga menjadi faktor penting yang memicu perpindahan.
“Semakin banyak orang hidup dan bekerja di tempat yang jauh dari negaranya, dan sekarang angkanya mencapai tiga persen dari seluruh populasi penduduk dunia,” ujar CEO Manpower Jeffrey A. Joerres.
“Ini bukanlah migrasi satu arah. Talent cenderung pindah ke tempat-tempat yang memang membutuhkan mereka, dan kita telah benar-benar telah menjadi tenaga kerja yang global, tanpa mengenal batas negara,” tambah dia.
Menurut Manpower, pekerja dari Filipina (96%), Irlandia (93%) dan Brasil (93%) paling banyak pindah ke luar negeri untuk mengejar karir. Secara global, Amerika Serikat merupakan negara yang paling banyak dituju, menyusul kemudian Inggris, Spanyol, Kanada dan Australia.

Tags: