Pengurangan Jam Kerja Alternatif Hindari PHK

Agar menghemat biaya dan tetap bisa beroperasi, sejumlah perusahaan besar di Amerika mencoba menerapkan jam kerja empat hari seminggu. Perusahaan di Tanah Air yang terhempas dampak krisis ekonomi bisa meniru alternatif tersebut untuk menghindari PHK.

Pella, sebuah perusahaan manufaktur di Iowa telah menerapkan jadwal kerja empat hari seminggu bagi kurang lebih sepertiga dari 3900 karyawan mereka. Senior VP perusahaan tersebut, Chris Simpson mengakui bahwa kebijakan semacam itu memang tak lazim.
Namun, ia terpaksa melakukannya dengan dibarengi keyakinan bahwa perekonomian akan membaik lebih cepat daripada yang diperikirakan orang. Ketimbang melakukan PHK, Chris memilih mengurangi jam kerja karena tidak ingin kehilangan karyawan-karyawan terbaiknya.

Sejumlah perusahaan mengikuti langkah Pella. Dari perusahaan baja, koran kecil hingga rumah sakit. “Makin banyak perusahaan menjajaki berbagai alternatif selain PHK,” ujar CEO Challanger, Gray&Christmas John A Challlanger. Seperti dilaporkan BusinessWeek, pimpinan perusahaan konsultasi SDM tersebut mengungkapkan, jika bisa mempertahankan karyawan hingga bisnis pulih, perusahaan akan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik untuk bisa meningkat dengan cepat.

Di Atlanta, Wali Kota Shirley Franklin mengurangi jam kerja dan memangkas 10% gaji 4600 pegawai karena kota itu mengalami defisit anggaran. Langkah itu ditempuh, dan bukannya PHK, karena sang walikota tak hanya ingin menyelamatkan layanan publik tapi juga para pegawai tersebut. Cara lain menghindari PHK adalah mengizinkan karyawan mengambil cuti di luar tanggungan selama lima hari dalam satu kuartal, seperti dilakukan perusahaan PC Dell.

Tags: