Penggajian dan Produktivitas Berkait Erat

Sistem penggajian yang baik dan menyejahterakan karyawan memegang peranan penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Oleh karena itu, sistem pengupahan berbasis produktivitas dan berorientasi jangka panjang kini menjadi kebutuhan setiap perusahaan.

Demikian benang merah seminar nasional bertema Membangun Sistem Pengupahan Nasional Berbasis Produktivitas, Tinjauan Hubungan antara Produktivitas Faktor Total dan Upah yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, pekan ini.

Para pembicara adalah Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Rekson Silaban, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Thamrin Moosi, Ketua Bidang Luar Negeri Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Helmy Salim, dan Chief Corporate Human Resources and Management Development PT Astra International Tbk FX Sri Martono. Ketua Apindo Djimanto sebagai moderator.

Menurut Helmy, upah dan produktivitas berkait erat. Produktivitas rendah akibat dari upah yang rendah. Bagaimana pekerja bisa menggenjot produktivitas kalau upahnya hanya cukup untuk makan bakso setiap siang, ujar dia memberikan perumpamaan.

Thamrin mengingatkan, pekerja berhak mendapatkan upah yang layak untuk kesejahteraan mereka sesuai prestasi kerja. Oleh karena itu, penetapan upah harus adil dan berimbang.

Rekson menegaskan, sampai saat ini masih ada 50 persen dari sedikitnya 180.000 perusahaan yang belum membayar upah pekerja sesuai upah minimum. Padahal, upah minimum merupakan jaring pengaman untuk karyawan dengan masa kerja nol tahun.

Tapi, sekarang malah banyak (pengusaha) yang menjadikan upah minimum sebagai patokan walau sebenarnya upah minimum ini sangat jauh dari hidup layak, kata Rekson.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, pelaku usaha menghadapi keharusan menaikkan upah mengikuti upah minimum provinsi. Kemampuan perusahaan menaikkan upah dan biaya kesejahteraan berasal dari nilai tambah dan produktivitas yang diciptakan perusahaan.

Djimanto menambahkan, Apindo telah mengembangkan perangkat lunak sistem perencanaan perusahaan dan penggajian berbasis produktivitas. Sistem informasi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam merencanakan kinerja produktivitas dan jatah biaya tenaga kerja.

Tags: ,