Pengembangan Organisasi Perlu untuk Mengelola Perubahan

Para profesional HR terlalu “process-driven” sehingga mengesampingkan banyak keuntungan dari pengembangan organisasi (OD – organisational development) untuk mengelola perubahan. Demikian peringatan yang disampaikan oleh penasihat masalah OD dan engangement pada Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) Angela Baron dalam acara konferensi HRD di London, pekan ini.

Angela Baron mengatakan, OD merupakan konsep yang relatif baru, yang bertujuan mendorong organisasi untuk mengumpulkan dan memanfaatkan data mengenai SDM. Konsep tersebut meliputi engagement karyawan, kesenjangan keterampilan dan kebutuhan rekrutmen, di mana semua itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan pergeseran permintaan konsumen.

Lebih jauh, kepada Personnel TodayBaron merinci, “OD lebih dari sekedar SDM melainkan mencakup proses mencapai efisiensi-efisiensi, mendorong inovasi, sharing pengatahuan dan pemberdayaan konsumen. “Sayangnya, selama ini, demikian Baron memaparkan dalam konferensi, orang HR masih terlalu “process-driven” ketimbang lebih melibatkan SDM dalam mengantisipasi dna beradaptasi dengan perubahan.

Senada degan itu, Claire Marsh, konsultan SDM pada Bank RBS menyatakan setuju bahwa HR terlalu “process-driven”. Sebagai konsultan, dia merasa seperti “saudara yang nakal”, yang harus selalu mengingatkan HR sebagai mitra bisnis untuk mampu men-deliver apa yang dia sebut “new ways of working”.

Kendati demikian, Baron menandaskan, HR dan OD bisa berjalan beriringan dan saling bergandeng tangan untuk membantu meningkatkan kinerja bisnis. Orang HR hanya perlu lebih memahami konsep OD untuk menyegarkan “skillset” mereka agar lebih memahami bagaimana mengelola karyawan dalam perubahan. Konsep OD menjadi semakin popoler di Ingris selama masa resesi.

Tags: