Pengangguran Intelektual Meningkat

Jumlah penganggur intelektual lulusan perguruan tinggi di Indonesia pada 2010 mencapai 1.142.751 orang atau naik 15,71 persen dibandingkan dengan 2009. Mereka terdiri atas lulusan diploma sebanyak 441.100 orang dan sarjana 701.651 orang.

Demikian diungkapkan oleh Koordinator Peneliti Badan Penelitian, Pengembangan, dan Informasi Kemnakertrans, Profesor Zantermans Rajagukguk dalam seminar “Tenaga Intelektual dalam Perspektif Pengusaha” di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah, pekan lalu.

“Meningkatnya jumlah pengangguran intelektual di Indonesia diakibatkan oleh sarjana yang orientasinya mencari kerja, bukan menciptakan pekerjaan,” kata dia.

Selain itu, penyebab banyaknya penganggur intelektual itu, antara lain, semakin menurunnya daya serap sektor formal terhadap tenaga kerja dan ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar.

Ditambah lagi, belum bersinerginya kalangan dunia usaha, lembaga pendidikan tinggi, dan pemerintah juga membuat jarak yang semakin lebar antara tenaga kerja yang melimpah dan peluang usaha yang semakin terbatas.

Akibatnya, banyak sarjana yang bekerja apa adanya, dengan gaji yang tidak mencukupi kebutuhan. “Tidak bisa dimungkiri kalau para sarjana masih kurang berminat dalam berwirausaha, mereka masih berorientasi sebagai pekerja upahan,” ujar Zantermans.

Tentu, pemerintah tidak tinggal diam. Dia mengemukakan, upaya mengurangi jumlah penganggur antara lain melalui pelaksanaan sistem pendidikan berbasis keterampilan dan kerja sama antara lembaga pendidikan tinggi dan dunia usaha.

“Melalui kerja sama ini, lembaga pendidikan tinggi dapat mempelajari dan menyerap perkembangan teknologi dan perkembangan atau perubahan tren produksi sehingga lulusan yang dihasilkan akan selalu sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata dia.

Tags: ,