Pengangguran di Jakarta Menurun

Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekan jumlah pengangguran terbilang berhasil. Buktinya, jumlah pengangguran di Jakarta menurun dari 570.560 orang pada Februari 2009 menjadi 537.470 orang pada Februari 2010 atau sebanyak 33.090 orang.
Penurunan juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,67 poin. Jumlah TPT menurun dari 11,99 persen pada 2009 menjadi 11,32 persen pada Februari 2010. Tidak hanya itu, jumlah angkatan kerja pada Februari 2010 tercatat mencapai 4,75 juta orang atau berkurang 0,01 juta orang dibandingkan pada Februari 2009 yang mencapai 5,76 juta orang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Agus Suherman mengatakan, penurunan jumlah pengangguran itu menunjukkan kondisi perekonomian di Jakarta mulai membaik karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak. “Jika kondisi perekonomian di Jakarta terus membaik, diperkirakan jumlah pengangguran akan terus berkurang,” kata dia di Kantor BPS DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Kendati jumlah pengangguran berkurang, Agus mengungkapkan, total tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mengalami penurunan sebesar 1,04 persen. Yakni, pada Februari 2009 sebesar 67,88 persen menjadi 66,84 persen pada Februari 2010.
Sementara, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2010 bertambah sebanyak 0,02 juta orang atau mencapai 4,21 juta orang, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2009 yang hanya mencapai 4,19 juta orang. Dari jumlah penduduk yang bekerja itu, 65,57 persen terserap di sektor formal dan 34,43 persen sektor informal.
Penurunan pengangguran tidak terlepas dari berbagai upaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI selama 2009, misalnya menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja di 7 Balai Latihan Kerja (BLK) untuk 4.145 orang. Kepala Disnakertrans DKI Deded Sukendar mengungkapkan, lebih dari separo (atau 2.901 orang) lulusan BLK itu telah ditempatkan di berbagai perusahaan di Jakarta.
“Kami juga telah menyelesaikan perselisihan hubungan industrial sebanyak 40 kasus. Serta meningkatkan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp 1.069.865 di tahun 2009 menjadi Rp 1.118.009 di tahun 2010,” tambah Deded.

Tags: