Pengangguran di Eropa Capai 10 Persen

Krisis di Eropa terus berlanjut. Kenaikan angka inflasi di benua tersebut lebih besar dari yang diperkirakan oleh banyak ekonom. Tak hanya itu, angka pengangguran juga naik hingga mencapai dua digit, yang juga pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dilansir oleh Biro Statistik Uni Eropa di Luksemburg, harga rata-rata barang di 16 negara anggota Uni Eropa pada Maret naik 1,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Bulan lalu, harga rata-rata barang juga naik 0,9 persen. Ini adalah kenaikan inflasi tercepat di kawasan Eropa.
Sementara, angka pengangguran naik ke level 10 persen, atau tertinggi sejak Agustus 1998.
Meski kenaikan harga minyak bumi turut mendorong laju inflasi, naiknya angka pengangguran dan rendahnya permintaan juga tidak dapat dikesampingkan. Hal ini membuat angka penjualan perusahaan-perusahaan Eropa menjadi turun.
“Menjadi sangat penting untuk menahan laju inflasi di Eropa,” ujar Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet, Rabu (31/3/2010).
Namun, Kepala Ekonom Eropa di Fortis Bank Amsterdam Nick Kounis menyatakan, meski ada kenaikan inflasi dan angka pengangguran, hal itu masih di bawah ekspektasi dari ECB.
“Kenaikan ini masih sementara, apalagi kenaikan inflasi masih di kisaran 1 persen. Adalah tugas dari ECB untuk menahan tren inflasi ini,” ucap Kounis.
Beberapa ekonom memperkirakan, dalam sidang ECB yang akan berlangsung 8 April, ECB akan tetap mempertahankan suku bunga di level 1 persen. Penahanan suku bunga ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga kuartal pertama 2011.
“Bisa jadi angka inflasi sudah mencapai titik tertinggi, dan akan turun di bawah 1 persen dalam satu tahun ini atau bahkan mendekati 0 persen,” ungkap ekonom pada Capital Economics, London Ben May.
Perekonomian Eropa saat ini masih terus tumbuh setelah hanya naik 0,1 persen pada kuartal keempat pascakenaikan harga minyak dunia sebesar 66 persen. Hal ini membuat banyak perusahaan dan masyarakat Eropa lebih menahan diri untuk membelanjakan uangnya.
Siemens AG, perusahaan elektronik terbesar di Eropa, awal tahun lalu mengumumkan akan mengurangi 1.990 karyawannya di Jerman, seiring turunnya permintaan. Tak hanya itu, pengurangan pegawai juga akan dilakukan oleh raksasa fashion, Gianni Versace SpA.

Tags: