Pengakuan Sumber Motivasi Karyawan

Pada saat harga-harga barang kebutuhan naik seperti sekarang, banyak karyawan di berbagai perusahaan berharap adanya kenaikan gaji. Namun, tentu saja tidak semua perusahaan mampu untuk memenuhi harapan itu, termasuk mungkin perusahaan Anda. Jalan keluarnya?
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan perusahaan riset Vantage di AS menyimpulkan bahwa hal-hal berikut ini, setidaknya untuk "sementara" bisa menggantikan kenaikan gaji: ucapan terimakasih untuk pekerjaan yang telah diselesaikan, komunikasi yang terbuka dan jujur serta perasaan bahwa mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam situasi ekonomi yang serba ketat, kenaikan biaya (termasuk gaji) memang menjadi salah satu kekhawatiran terbesar para CEO –di samping soal "revenue growth" dan "hiring talented workers".
Yang menarik, survei Vantage juga menemukan adanya keyakinan pada diri para CEO bahwa orang di belakang produk sama pentingnya dengan produk itu sendiri.
"Jelas bahwa lingkungan kerja yang memberikan pengakuan pada karyawan sebagai bagian dari tim lebih bernilai ketimbang sekedar memberi mereka uang tunai," ujar Prinsipal pada Vantage Research & Consulting Allan Hauptfeld.
Survei juga memperlihatkan nilai yang berharga dari memotivasi karyawan melalui cara-cara non-keuangan. Menurut Presiden dan CEO Management Action Programs, lembaga yang mensponsori riset tersebut Lee Froschheiser, motivasi itu sangat penting.
"Tentu saja, penghargaan finansial tetap penting, tapi para CEO yang kami wawancara mulai menyadari pentingnya memotivasi karyawan pertama kali melalui strategi-strategi kunci yang fundamental," tegas dia.
Dicontohkan, menciptakan budaya tempat kerja yang mengaki kontribusi profesional karyawan akan membantu mempertahankan para talent kelas A untuk tidak pindah ke perusahaan lain.
Pertumbuhan (karier) personal merupakan motivator besar lainnya bagi para karyawan. "Menyediakan jalur karier yang jelas para karyawan Anda, termasuk tahap-tahap yang jelas mencapai kenaikan jabatan juga mendatangkan keuntungan besar dalam meretensi karyawan terbaik."
Di atas semua itu, Froschheiser menarik kesimpulan, mengkomunikasikan secara jelas visi dan misi perusahaan, dan membuat karyawan merasa memainkan peran penting dalam mencapai sukses bisnis, merupakan bagian integral dari strategi para CEO untuk meretensi <I>top employee</I>.