Pendapatan Iklan Tak Kunjung Naik, COO Yahoo Dipecat

marissamayer

marissamayer
Ketenangan Silicon Valey terusik. CEO Yahoo, Marissa Mayer, mengambil langkah yang membuat banyak orang tercengang. Ia memecat salah seorang komando di jajaran kepemimpinan Yahoo, yakni Henrique De Castro yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) dari perusahaan berbasis internet tersebut.

Ditilik dari bagaimana proses pemecatan dan komunikasi setelah itu, terindikasi bahwa pemecatan tersebut tidak dilakukan secara bersahabat.

Ketika memutuskan untuk keluar dari Google pada tahun 2012 dan memilih menjadi presiden direktur Yahoo, misi yang diusung Mayer sangat jelas, yakni mengubah peruntungan atau profit perusahaan menjadi lebih baik. Karena saat itu, posisi Yahoo mulai tergeser oleh Facebook dan juga kalah dari Google. Pemasukan dari penyediaan layanan iklan menurun.

Salah satu langkah penting yang ia lakukan saat itu adalah merekrut Castro sebagai COO. Castro juga berasal dari Google, kala itu menjabat sebagai VP dari Google’s Partner Business Solutions Group.

Ketika dibawa masuk ke Yahoo, Castro ditugasi untuk mengatrol pendapatan dari iklan yang tengah berjuang dari keterpurukan. Untuk tugas beratnya tersebut, ia diberi kompensasi yang cukup fantastis. Forbes menyebut bahwa Castro adalah salah satu eksekutif dengan pendapatan paling tinggi di Silicon Valley, bahkan lebih tinggi dari Mayer
sendiri.

Dalam setahun, ia mampu memperoleh 39 juta USD. Pun ketika ia dipecat, ia mendapatkan pesangon dalam jumlah yang besar yakni sebanyak 64,6 juta USD.

Sejauh ini, Yahoo masih saja gagal merebut pangsa pasar yang hilang dari kompetitor. Dalam hal market share, Facebook telah menyalip Yahoo dan dominasi tetap dikuasi oleh Google, yakni sebesar 40 %. Yahoo turun di angka 5,8%, dikalahkan oleh Facebook dengan 7,4%. Pada kuarter terakhir tahun 2013, oleh BBC disebutkan bahkan pangsa pasar
Yahoo mengalami penurunan sebanyak 7%.

Hasil-hasil yang kurang memuaskan ini membuat Mayer kecewa. Dalam sebuah memo internal untuk seluruh karyawan Yahoo, Mayer dengan tegas mengatakan bahwa Castro harus meninggalkan Yahoo. Di akhir memo tersebut, Mayer juga menyampaikan, “Pada dasarnya, saya masih percaya diri bahwa kepemimpinan yang kita miliki, arahan-arahan yang kita berikan, dan perubahan yang kita lakukan saat ini, akan mendorong terjadinya eksekusi yang lebih baik lagi”.

Tidak seperti biasanya, tidak ada pujian sedikitpun untuk kinerja Castro selama menjabat di Yahoo.

Photo Courtesy: AP

Tags: ,