Pencari Kerja Terbanyak Justru Sarjana

Hingga menjelang pertengahan 2010 ini, jumlah pencari kerja di Pekanbaru mencapai 22.147 orang. Mereka berasal dari latar pendidikan yang beragam, namun yang terbanyak adalah lulusan perguruan tinggi.

Kepala Seksi Informasi Permasalah Kerja (IPK) dan Bursa Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru Abdul Rahim merinci, para pencari kerja tersebut terdiri dari 4 orang lulusan SD, 72 lulusan SMP, 5.856 lulusan SMA, MA dan SMK serta 16.215 lainnya lulusan perguruan tinggi mulai diploma hingga master.”Namun, yang terbanyak adalah lulusan perguruan tinggi yang mencapai 10 ribu orang,” ujar dia seraya merinci lagi berdasarkan jenis kelamin, 11.595 pencari kerja adalah laki-laki dan 10.822 perempuan.

Sedangkan, berdasarkan tingkatan umur, mereka bisa dibagi dalam 6 klasifikasi yakni di bawah 19 tahun sebanyak 5.412 orang, 20-24 tahun 5.200 orang, 25-29 tahun 5.307 orang, 30-34 tahun 2.962 orang, 35-39 tahun 814 orang dan di atas 40 tahun 167 orang.
Abdul Rahim menjelaskan, banyaknya pencari kerja di Pekanbaru sangat dipengaruhi tingginya migrasi. Misalnya, warga Sumatera Barat maupun Sumatera Utara yang berbondong-bondong mencari pekerjaan di Pekanbaru.

“Hal itu merupakan dampak dari pesatnya pertumbuhan ekonomi di Pekanbaru yang mencapai 11 persen dan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru,” kata dia.

Penganggur Berkurang

Sementara dari Medan dilaporkan, jumlah penganggur di Sumatera Utara berkurang 8.818 jiwa selama setahun terakhir. Ini karena jumlah angkatan kerja lebih kecil dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja.

Berdasarkan survei angkata kerja sementara nasional Februari 2010, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara Alimuddin Sidabalok mengungkapkan, jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara dalam kurun waktu satu tahun meningkat 80.477 jiwa sehingga totalnya mencapai 6.402.891 jiwa.

Menurut Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Provinsi Sumut Panusunan Siregar, lapangan kerja yang tersedia lebih besar dibandingkan dengan angkatan kerja yang baru sehingga pengangguran pada tahun sebelumnya bisa terserap.
Diakui, tidak semua angkatan kerja yang baru langsung bisa bekerja. Artinya, bisa jadi angkatan kerja lama atau orang yang dulu menganggur yang terserap ke lapangan kerja yang didominasi sektor pertanian (47,52%), disusul kemudian perdagangan (20,6%), jasa (11,89%), industri (9%) dan lainnya (10,95%).

Saat ini jumlah penganggur di Sumut diperkirakan mencapai 512.825 jiwa. Sebanyak 61,04% berada di perkotaan dan sisanya (38,96%) di pedesaan. Adapun jumlah warga dengan status setengah penganggur, yakni mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, mencapai 1,8 juta jiwa.

Tags: