Pemimpin HR Harus Berani Jadi “Mentega”

Konsultan HR senior FX Djoko Soedibjo memang punya banyak istilah yang aneh-aneh dalam menciptakan model pemahaman terhadap pratik-praktik manajemen SDM. Misalnya saja, ia menyerukan kepada segenap pimpinan HR agar berani menjadi “mentega”. Apa maksudnya?

“Ditekan dari atas maupun bawah, harus tetap konsisten dengan peraturan,” ujar mantan Direktur HR HSBC dan Indomobil Suzuki International yang kini bergabung sebagai konsultan senior pada JAC Indonesia itu. “Jangan cuma jadi yes-man atau yes-woman saja, jangan manut saja sama direksi,” tambah dia.

Djoko menularkan semangatnya kepada para pimpinan dan praktisi HR di berbagai perusahaan untuk tidak takut bersikap tegas, dan mempertahankan pendiriannya di hadapan para pimpinan bisnis.Resepnya, menurut dia, orang HR harus paham dan mengerti benar segala peraturan perundang-undangan mengenai ketenagakerjaan.
“Kebanyakan dari kita orang HR ini takut, misalnya kalau di-PHK. Jangan takut, masih banyak perusahaan yang mau menerima kita kalau kita memang profesional dan menguasai semuanya,” tandas Djoko.

Djoko menyayangkan bahwa tidak semua orang SDM berani bicara dengan direksi. “Kita sebagai orang HR harus selalu datang untuk memberikan in-win solution. Jadi, perusahaan tetap untung dan dampaknya ke karyawan juga ada, mereka tetap senang.”Kepada para pimpinan HR Djoko juga tak menyarankan agar jangan hanya sibuk di dalam ruanganya sendiri. “Yang terbaik adalah management by walking around. Orang HR harus dekat dengan karyawan,” kata dia.

Tags: ,