Pemimpin Bisnis Makin Dituntut Punya Kompetensi Entrepreneurship

Kalangan pemimpin dari generasi yang lebih muda sekarang ini memperlihatkan pendekatan yang lebih entrepreneurial dalam menjalankan bisnis.

Demikian kesimpulan dari riset yang dilakukan lembaga konsultansi bisnis McKinney Rogers yang antara lain menemukan, bahwa separo dari manajer dan pimpinan bisnis dari generasi muda di Amerika siap mengusung entrepreneurship, bahkan ketika mereka bekerja di organisasi-organisasi besar.

Angka tersebut berbanding dengan hanya seperempat di Eropa dan Inggris.

Sementara, di Afrika hampir 9 dari 10 manajer percaya bahwa entrepreneurialisme merupakan sesuatu yang bisa dikembangkan dan dipelihara. Berbanding dengan hanya lebih dari sepertiga di Inggris dan sebagian Eropa.

Menurut analisis McKinney Rogers, manajer dalam pasar-pasar yang sedang berkembang lebih terbuka terhadap pengambilan risiko dan dalam menciptakan lingkungan dan budaya yang lebih fleksibel.

Kompetensi Utama

Lebih dari dua per tiga manajer di Amerika setuju bahwa organisasi-organisasi besar perlu mengembangkan entrepreneurship sebagai kompetensi utama.

Sejumlah eksekutif mengatakan, garis pemisah antara entrepreneur dan pimpinan bisnis kini semakin kabur, dan hal itu menggarisbawahi munculnya pendekatan yang lebih entrepreneurial terhadap bisnis dari para pimpinan bisnis generasi sekarang.

Kalangan eksekutif melihat, baik entrepreneur maupun CEO harus (mampu) menjadi komunikator yang hebat, enerjik, mempunyai visi ke depan, fleksibel, cepat mengambil keputusan, intuitif dan bukan sekedar operator bisnis yang tidak independen.

Mereka juga melihat peran CEO mencakup pengambil risiko dan fleksibilitas meskipun faktanya banyak kalangan CEO sendiri yang mengakui kemampuan mereka rendah dalam keterampilan-keterampilan tersebut.

Ketika para manajer yang disurvei ditanya bagian-bagian bisnis yang mana yang penting dalam mencapai “corporate entrepreneurship”, jawabnya beragam. Namun, intinya “menyelaraskan SDM dan perilaku dengan tujuan-tujuan perusahaan” mendapat nilai yang lebih tinggi ketimbang hal-hal yang bersifat operasional.

Menyelaraskan SDM dengan tujuan mencakup mendorong rasa memiliki (72%) dan mengembangkan budaya entrepreneurial (47%). Sedangkan hal-hal oeprasional misalnya menciptakan dan mengembangkan ventura-ventura baru (39%).

Semakin Penting

Rekanan McKinney Rogers di Inggris Richard Watts menggarisbawahi hasil riset tersebut dengan mengatakan, “Kondisi pasar yang terus berubah dan munculnya industri-industri baru telah menantang para pelaku usaha untuk tidak konvensional, lebih fleksibel dan inovatif dalam melakukan pendekatan bisnis.”

CEO McKinney Rogers, Damian McKinney menambahkan, “Hasil-hasil riset ini dengan jelas menunjukkan adanya pemahaman yang nyata dalam industri bahwa entrepreneurship semakin menjadi hal penting untuk menggerakkan bisnis agar sukses.”

Namun, Damian buru-buru mengingatkan, “Yang diperlukan oleh para pimpinan bisnis bukanlah merekrut entrepreneur sebanyak-banyaknya dan berharap mereka bisa melakukan perubahan.”

Melainkan, lanjut dia, kuncinya lebih pada mengidentifikasi dan memelihara kualitas-kualitas entrepreneurial dalam diri karyawan yang sudah ada, dan menciptakan budaya yang mendukung inovasi, pengambilan risiko dan fleksibilitas.

Tags: