Pemimpin Bisnis Juga Perlu Hard Skill

Kaum eksekutif yang ingin sukses dalam menjalankan bisnis disarankan untuk mengurangi kekhawatiran terhadap people skills mereka, dan perlu lebih memperhatikan kemampuan teknikal, pengalaman bisnis, change management dan keahlian global.Saran tersebut ditarik dari kesimpulan hasil studi CEO tahunan yang dilakukan PricewaterhouseCoopers. Menurut survei ini, yang paling diperlukan oleh perusahaan di seluruh dunia saat ini adalah CEO dengan keahlihan teknikal dan bisnis, memiliki pengalaman tingkat global dan kepemimpinan yang kuat, inovatif, kreatif dan mampu mengelola risiko secara efektif.

Diakui, people skills merupakan bonus namun tidak harus dilihat sebagai sesuatu yang esensial. Survei dilakukan atas 1.150 orang CEO di berbagai negara, dan menyimpulkan, banyak perusahaan saat ini tengah kesulitan mendapatkan orang dengan hard technical dan pengalaman bisnis yang cukup. Lebih dari dua per tiga mengaku sulit menemukan orang dengan keahlian tersebut.

Hal kedua yang paling dicari setelah kualitas-kualitas tadi adalah pengalaman lintas negara dan pasar-pasar global, disusul kemudian kapabilitas kepemimpinan serta kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Lebih jauh lagi, dalam iklim ekonomi yang tidak menentu saat ini, kemampuan mengelola risiko merupakan aset yang dianggap berharga, termasuk di dalamnya kemampuan mendorong orang agar selalu tertantang dan menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan internal maupun eksternal.

Lebih dari separo responden mengeluhkan sulitnya menemukan orang yang memiliki kemampuan untuk mendorong lahirnya keputusan-keputusan yang menantang. Sementara orang yang memiliki kemampuan untuk mendorong terciptanya kerja sama dan keterampilan secara umum lebih mudah ditemukan.

Kombinasi

Kreativitas dan inovasi, dalam kombinasinya dengan pengalaman teknikal dan bisnis, ditambah kemampuan untuk mengubah dan mendorong ke arah tantangan adalah hal-hal yang paling dicari di Asia Pasifik. CEO di Amerika Latin lebih mencari orang dengan pengalaman global, sementara para bos di Eropa Tengah dan Timur sangat menghargai kemampuan orang dalam mengelola dan mengantisipasi risiko.

Di Inggris, para CEO (9 dari 10) cenderung lebih setuju bahwa keuntungan kompetitif datang seiring dengan usaha meningkatkan layanan customer. Di samping itu, mereka juga menilai penting kemampuan untuk melakukan perubahan dan kemampuan dalam meretensi key talent. Secara global, hampir 9 dari 10 CEO sepakat bahwa people management adalah salah satu prioritas utama, namun hanya dua per tiga yang mengaku banyak menghabiskan waktunya untuk people agenda.

Hanya 4 dari 10 yang percaya bahwa departemen HR mereka merupakan alat untuk menciptakan perubahan yang diperlukan guna berkompetesi dalam mendapatkan talent, dan khusus di Inggris angkanya bahkan lebih kecil lagi (sepertiga).

Tags: ,