Pemimpin Bisnis Harus Jadi Agen Perubahan

Dalam situasi lingkungan yang cepat berubah, kebutuhan organisasi terhadap pemimpin yang tepat sudah merupakan sebuah keharusan. Yakni, pemimpin yang mampu mentransformasikan perubahan itu sebagai sebuah peluang, lalu memanfaatkannya sebagai keunggulan perusahaan.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dari seminar bertajuk “Grooming Corporate Leadership in Changing Environment” yang digelar oleh Lembaga Manajemen PPM (LPPM) di Gedung Bina Manajemen, Menteng, Jakarta, Rabu (28/3/07) lalu.

Director of Power Generation Sales GE Energy Handry Satriago yang tampil sebagai pembicara menandaskan, perubahan yang terus terjadi telah memaksa dilakukannya perubahan pula dalam berkompetisi. Menurut dia, bisnis saat ini membutuhkan langkah-langkah perubahan yang lebih cepat, lebih murah dan lebih baik. “Tak ada pilihan lain, seorang pemimpin bisnis selayaknya juga harus bisa menjadi change agent,” tambah Handry.

Lebih jauh, pembicara lain Director Human Resources GE Raechanah Syafei berbagi pengalaman tentang program pengembangan yang dilakukan dalam tubuh GE. Diungkapkan, GE selalu melakukan pemetaan terhadap talenta yang ada, sebelum melangkah ke proses pengembangan bagi para talenta tersebut. “Proses ini kami lakukan dengan memberi mereka challenging job, yang dibarengi dengan strecth opportunity,” papar dia.

Strecth opportunity yang dimaksud tak lain memberi kesempatan pada para talenta untuk mendorong kemampuan mereka pada kondisi pencapaian semaksimal mungkin. “Kami juga tetap memperhatikan aspek visibility dan accountability, juga melakukan candid assesment dan feedback untuk menilai sejauh mana sang talenta mampu menyebarkan value kepada anggota tim yang lain.”

Soal nilai juga mendapat perhatian khusus dari Direktur Eksekutif LPPM Tjahjono Soerjodibroto. Dalam amatan dia, perubahan yang terjadi di luar sana juga menyentuh perubahan akan makna dari sebuah kesuksesan.

Menurut Tjahjono, saat ini definisi yang tepat dari kata sukses adalah pencapaian seseorang pada tahap mampu membawa perubahan, baik dalam lingkungan pekerjaan maupun kehidupan yang luas. Sehingga, kalau ditarik ke tema kepemimpinan, dia menegaskan, saat ini seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk menghasilan ‘uang’ namun juga harus mampu melahirkan nilai-nilai.

Masih dari lembaga yang menjadi tuan rumah seminar, Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif LPPM Octa Melia Djalal menambahkan, tipe perusahaan harus benar-benar memperhatikan, tipe pemimpin seperti apa yang dibutuhkan oleh organisasinya.
“Perusahan harus mampu memetakan karakter pemimpin yang mereka butuhkan.

Setelah diperoleh profil yang tepat, selanjutnya harus dipersiapkan model untuk membangun sang calon pemimpin, sehingga pada akhirnya organisasi melahirkan pemimpin yang mereka butuhkan,” ujar Melia.

Tags: