Pemerintah Perpanjang Libur Lebaran hingga 19 Oktober

Bisa jadi ini kabar gembira, namun tak menutup kemungkinan justru ada yang resah dibuatnya. Pemerintah merevisi surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri tentang libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2007, menjadi lebih panjang yakni 12 hingga 19 Oktober.

Sebelumnya, SKB Menteri Agama, Menaker dan Meneg PAN menetapkan libur dan cuti bersama lebaran tahun ini 12 hingga 16 Oktober 2007. Perubahan ini tertuang dalam Keputusan Bersama Nomor: 97/2007, Nomor: KEP.326/MEN/X/2007 dan Nomor: SKB/10/M.PAN/10/2007 yang ditetapkan di Jakarta, 1 Oktober 2007.

Salah satu dari 3 menteri yang menandatangani revisi SKB tersebut, Menneg PAN Taufik Effendy kepada detikcom mengungkapkan, perpanjangan libur dan cuti bersama dimaksudkan untuk lebih memperlancar aktivitas mudik lebaran.

“Ya, ini kan biar lebih longgar, biar bisa dapat kendaraan sehingga tidak terlalu padat,” ujar Taufik saat menghadiri acara sahur bersama di rumah dinas Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Jakarta Selatan, Selasa (2/10/07) dini hari.

Lebih jauh, dalam SKB tersebut dinyatakan, “penataan kembali” pelaksanaan hari-hari libur nasional dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas hari-hari kerja.

Secara khusus diingatkan, untuk organisasi yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah, supaya mengatur penugasan karyawan selama hari-hair libur dan cuti bersama tersebut, seusai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Organisasi yang dimaksud adalah yang mencakup kepentingan masyarakat luas seperti rumah sakit/puskesmas, unit kerja yang memberikan pelayanan telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perbankan, perhubungan dan unit kerja pelayanan umum/pelayanan masyarakat lain yang sejenis, serta pada bidang-bidang industri tertentu.

Cuti bersama ini juga secara otomatis memotong hak cuti tahunan karyawan. Sehingga, tidak semua pihak menyambut gembira keputusan perpanjangan cuti bersama Lebaran 2007 ini. Mereka yang tidak merayakan Idul Fitri, atau yang sisa cuti tahunannya sudah direncanakan untuk hal yang lain, tentu merasa keberatan jika “dipaksa” ikut mengambil cuti bersama yang diperpanjang tersebut.

Di samping itu, perpanjangan cuti bersama lebaran kali ini juga merepotkan bagi mereka yang sudah telanjur memesan tiket kembali ke Jakarta sesuai keputusan cuti bersama sebelumnya. Namun bagi yang belum membeli tiket, tentu senang-senang saja karena bisa berkumpul dengan keluarga di kampung lebih lama.

Bagaimana pun, keputusan memperpanjang libur dan cuti bersama Idul Fitri 2007 didukung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Hakam Naja dengan alasan yang masuk akal. “Libur lebaran tahun ini nanggung, perpanjang ini bisa mengurangi pembolosan nasional,” ujar dia seperti dikutip detikcom.

Intinya, libur bersama itu urusan penting dan pemerintah –lain kali– sebaiknya merencanakannya matang-matang, sehingga tidak membuat marah pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh keputusan yang berubah-ubah.

Tags: