Pemerintah Kurangi Pengangkatan Tenaga Kerja Honorer pada 2010

Ungkapan tahun baru harapan baru rupanya tidak berlaku bagi karyawan hononer. Pemerintah akan mengurangi pengangkatan tenaga kerja honorer tahun ini.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN dan RB) Everett Ernest Mangindaan, persentase penerimaan tenaga kerja honorer menurun dari 65% pada 2005-2009 menjadi 30% untuk 2010.

Mangindaan menyatakan, penurunan tersebut sehubungan telah diangkatnya sebagian besar tenaga kerja honorer menjadi pegawai tetap.

“Kita tidak mau aparatur negara kita tidak terkualifikasi juga. Kita butuh tenaga yang segar juga kan,” ujar dia usai Rapat Kerja Gabungan Komisi II, III, dan X DPR RI di Gedung DPR, Jakarta.

Mangindaan memaparkan berdasarkan data Kementerian PAN, sejak 2005-2009 tenaga kerja honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 899.196 orang dari 920.702 tenaga honorer yang ada di kantor pemerintahan.

Dengan demikian, diharapkan pada 2010 ini, sekitar 70% tenaga kerja yang masuk berasal dari tenaga yang benar-benar baru. “MenPAN akan alokasikan 30% (untuk tenaga honorer) dari alokasi tenaga kerja nasional. Kita harapkan 70% tenaga segar,” ujar dia.

Kendati demikian, masih terdapat 104.000 tenaga kerja honorer yang berada di luar angka tersebut, yang telah mengajukan untuk pengangkatan pegawai tetap.

Adapun kriteria yang menyebabkan tenaga kerja honorer tidak diangkat menjadi pegawai tetap memenuhi persyaratan dalam PP No.43 dan No.48 di antaranya adalah tenaga honorer dari instansi swasta, dan melebihi umur maksimal 46 tahun.

Untuk yang belum diangkat, Mangindaan memastikan, pemerintah tetap akan memfasilitasi untuk pengangkatannya. Walaupun tentu saja prosesnya harus melalui seleksi berdasarkan kualifikasi Kementerian/Lembaga terkait.

“Seleksi tetap dilakukan, kita cari kualitas, kan sayang kalau kita punya aparatur yang tidak memenuhi kualifikasi. Jadi tidak semua diterima,” tandas Mangindaan.

Tags: