Pembagian THR, Paling Lambat Seminggu Lagi

Hari raya tidak hanya dimaknai dengan berkumpul bersama keluarga atau libur dari tempat kerja. Bagi karyawan pada umumnya, hari raya adalah momen di mana perusahaan wajib memberikan tunjangan yang jumlahnya cukup besar, sesuai dengan upah tiap-tiap karyawan. Bahkan karena jumlahnya yang mencapai satu kali gaji, THR ini diibaratkan sebagai gaji ke-13.

Tunjangan hari raya (THR) ini diberikan kepada karyawan beberapa hari menjelang lebaran. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pegusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanadi, THR ini sebaiknya diberikan 10-14 hari sebelum waktu Lebaran tiba. Dengan kata lain, perusahaan seharusnya sudah menyerahkan THR paling lambat pada tanggal 22 Juli 2014. Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa waktu pemberian THR ini tergantung pada kondisi keuangan perusahaan. Kepada tempo.co ia mengungkapkan, “Ini juga tergantung pada kondisi arus kas perusahaan masing-masing”.

Pendapat Sofjan ini rupanya diamini oleh Wakil Ketua Umum Bidang Logistik dan Bendahara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Carmelia Hartoto, bahwa sebagian perusahaan masih mengalami dampak resesi sehingga kemungkinan akan terlambat atau bahkan tidak bisa membayarkan THR.

Tak hanya kondisi keuangan perusahaan, waktu pemberian THR juga dipengaruhi oleh status karyawan di perusahaan. Diungkapkan oleh Franky Sibarani, Ketua Apindo bahwa untuk karyawan tetap, THR hendaknya diberikan tiga minggu sebelum Lebaran, sedangkan untuk karyawan honorer, THR ini diberikan sesuai dengan kontrak.

Franky menambahkan bahwa jumlah THR ini pun disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Besarnya THR yang harus diberikan kepada karyawan diatur dalam Permen 04/1994. Dalam kondisi normal, perusahaan harus membayarkan THR bagi karyawan yang telah bekerja selama lebih dari 12 bulan sebesar satu kali upah sebulan. Upah yang dimaksud di sini adalah upah pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan. Meskipun demikian, perusahaan yang tidak mampu membayar sejumlah ketetapan tersebut, dapat menyesuaikan jumlahnya dengan acuan pasal 7 Permen 04/1994.

Hingga saat ini, baik Apindo maupun Kadin belum menerima laporan tentang perusahaan yang tidak sanggup memberikan THR. Sofjan menyampaikan bahwa laporan semacam itu biasanya baru mereka terima satu atau dua hari menjelang lebaran.

Baca juga: THR Bukan Reward Tapi Kewajiban Perusahaan

Semua tentang THR: Klik di sini. 

Tags: